Berita

mustar

Upaya Memisahkan Jokowi dari Partai dan Relawan Terus Berlangsung

RABU, 25 MARET 2015 | 07:23 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Gerakan memisahkan Presiden Joko Widodo dari partai pendukung, utamanya PDI perjuangan, dan relawan saat Pilpres 2014 kemarin, dinilai terorganisir sistematis.

Penilaian itu disampaikan Ketua Umum Posko Perjuangan Rakyat (Pospera), Mustar Bonaventura, dalam siaran persnya pagi ini (Rabu, 25/3).

Karena, Mustar mengingatkan, sewaktu Presiden menyusun kabinet  muncul penolakan di media massa terhadap orang-orang partai untuk masuk pemerintahan.


"Sekarang ketika posisi-posisi di luar kabinet dan jajaran eksekutif sedang disusun, lalu muncul penolakan agar posisi-posisi di luar jajaran eksekutif tidak diisi oleh para relawan," ungkapnya.

Alasannya, para penolak orang partai dan relawan tersebut menilai jabatan di pemerintahan dan posisi-posisi di luar kabinet seperti BUMN harus diisi orang-orang profesional.

"Walaupun dikemas dengan kata profesionalisme dan segudang kata-kata indah lainnya, tapi sesungguhnya tujuan penolakan-penolakan itu sangat jelas bahwa kelompok-kelompok anti Jokowi ingin memisahkan partai dan relawan dari Jokowi," ungkap Mustar.

Menurutnya, para penolak tersebut tidak agar Jokowi dikelilingi oleh orang-orang yang secara nyata-nyata memperjuangkan Presiden ke-7 tersebut saat kampanye Pilpres.

"Tapi sebisa mungkin berbagai posisi itu diisi oleh orang-orang yang tidak mendukung apalagi memperjuangkan Jokowi. Kalau bisa bahkan diisi oleh orang-orang yang anti Jokowi," kesal Mustar. [zul]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya