Berita

ilustrasi/net

Dunia

Palestina Salahkan Israel Soal Pasokan Air

SENIN, 23 MARET 2015 | 17:17 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Palestina menyalahkan Israel atas pendistribusian pasokan air yang dinilai tidak adil. Pasalnya, hal tersebut bukan hanya menganggu sanitasi di Palestina, tapi juga mengancam nyawa.

"Palestina menderita distribusi yang tidak adil dari sumber air yang tetap berada di bawah kendali hampir penuh Israel. Sebagai bukti ketimpangan ini, pangsa konsumsi air harian Israel per kapita mencapai tujuh kali lebih tinggi dari Palestina," kata pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh otoritas air Palestina (PWA) dan Biro Pusat Statistik Palestina (PCBS) seperti dimuat Press TV (Senin, 23/3).

Sementara itu menurut perkiraan lainnya, Israel menggunakan 85 persen dari pasokan air di Tepi Barat. Hal itu meliputi seperempat dari kebutuhannya.


Di sisi lain, penduduk Palestina mendapatkan air dengan kualitas yang buruk dan tidak memenuhi standar internasional.

"Lebih dari 90 persen dari air yang dipompa dari aquifer pantai di Jalur Gaza tidak memenuhi standar kualitas air dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO)," sambung pernyataan itu.

Bukan hanya itu, Palestina juga menggarisbawahi bahwa rezim Israel menghalangi mereka untuk mendapatkan hak mengekstrak Sungai Yordan tahunan sekitar 250 juta meter kubik.

Kekurangan air telah membawa dampak negatif bagi perekonomian Palestina, terutama pertaniannya, karena petani kekurangan air untuk irigasi. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya