Berita

ilustrasi drone/net

Dunia

Sejak Masa Bush, Drone AS di Pakistan Renggut Lebih dari 2 Ribu Jiwa

SENIN, 23 MARET 2015 | 16:50 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Drone atau pesawat tanpa awak milik Amerika Serikat telah menewaskan sekitar 2.199 orang di pakistan terhitung sejak satu dekade terakhir.

Bukan hanya itu, berdasarkan laporan dari parlemen Pakistan, ada sekitar 282 orang yang terluka akibat serangan drone. Selain itu juga ada hampir 210 rumah dan 60 kendaraan yang rusak akibat serangan drone Amerika Serikat.

Menurut laporan yang sama, sejauh ini baru 43 keluarga dari para korban tewas itu yang baru menerima kompensasi.


Namun seperti dimuat Press TV (Senin, 23/3), laporan tersebut dibantah oleh aktivis HAM di Islamabad yang menyebut bahwa jumlah tersebut sebenarnya jauh lebih besar, bahkan bisa menyentuh angka 4 ribu jiwa.

Pemerintah Pakistan juga mengklaim bahwa sebagian besar korban tewas dalam serangan drone itu adalah militan garis keras. Akan tetapi aktivis HAM menyebut bahwa sebagian besar korban tewas justru adalah warga sipil.

Operasi drone di wilayah Pakistan telah dimulai di masa pemeirntahan Presiden Amerika Serikat George W. Bush tahun 2004 lalu dan dilanjutkan hingga masa pemerintahan presiden Barack Obama. Operasi tersebut dilakukan dengan dalih untuk mempertahankan diri dan menargetkan militan. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya