Berita

lee kuan yew/net

Dunia

Pemimpin Negara-Negara Asia Berduka Atas Kepergian Lee Kuan Yew

SENIN, 23 MARET 2015 | 11:52 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Selain Indonesia dan Malaysia, sejumlah pemimpin negara di kawasan Asia turut menyampaikan pesan belasungkawa atas wafatnya mendiang Lee Kuan Yew dini hari tadi (Senin, 23/3).

Sultan Brunei Hassanal Bolkiah dalam pernyataan resmi menyebut bahwa sosok Lee Kuan Yew merupakan pemimpin yang karismatik dan merupakan teladan bangsa.

"Lee Kuan Yew membuat langkah besar bagi rakyat Singapura dan akan dikenang sebagai arsitek modern di belakang transformasi yang luar biasa Singapura menjadi kota kelas dunia," kata pernyataan itu seperti dimuat Channel News Asia.


"Yang Mulia juga menghargai kontribusi Lee Kuan Yew yang luas terhadap menjaga perdamaian dan stabilitas regional," sambungnya.

Selain itu, Presiden Filipina Benigno Aquino juga menyampaikan duka serupa.

"Saat warga Singapura berduka atas wafatnya Lee Kuan Yew, warga Filipina bergabung dengan mereka dalam menghormati negarawan yang nisa dibilang sebagai pendiri bangsa Singapura," sebutnya dalam pernyataan resmi.

"Sepanjang hidupnya yang panjang, sebagai perdana menteri dan menteri senior, Lee menunjukkan pengabdian teguh ke negaranya, mengubahnya menjadi sebuah negara yang akan menjadi contoh pemerintahan yang efisien, modern, dan jujur," sambung pernyataan tersebut.

Ucapan belasungkawa juga datang dari India.

"Seorang negarawan berpandangan jauh dan singa di antara pemimpin, kehidupan Mr Lee Kuan Yew mengajarkan pelajaran berharga bagi semua orang. Berita kematiannya adalah menyedihkan," kata Perdan Menteri India Narenda Modi dalam pernyataan resmi.

Sementara itu, di mata Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, sosok Lee Kuan Yew merupakan pemimpin besar.

"Lee Kuan Yew merupakan pemimpin modern besar yang pernah diproduksi Asia. Selama ini, lebih dari setengah abad dan sepanjang hidupnya, peran kuncinya tidak hanya dalam mencapai pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran yang luar biasa di Singapura, tetapi juga dalam mengamankan perdamaian dan stabilitas di Asia Pasifik dan dunia. Dia sangat dihormati di seluruh dunia," kata Abe dalam pernyataan resminya.

"Dalam konteks bilateral, Yang Mulia Mr Lee Kuan Yew, selama dan setelah masa jabatannya sebagai Perdana Menteri sering mengunjungi Jepang, termasuk pada tahun 1968 dan telah memberikan kontribusi yang luar biasa dalam kemajuan hubungan yang saat ini baik dan dekat antara Singapura dan Jepang," tandasnya.

Lee Kuan Yew sendiri tutup usia dini hari tadi sekitar pukul 3.18 waktu setempat di General hospital akibat sakit pneumonia yang dideritanya. Lee meninggal di usia 91 tahun dna rencananya akan dikebumikan pada Minggu (29/3). [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya