Selain Indonesia dan Malaysia, sejumlah pemimpin negara di kawasan Asia turut menyampaikan pesan belasungkawa atas wafatnya mendiang Lee Kuan Yew dini hari tadi (Senin, 23/3).
Sultan Brunei Hassanal Bolkiah dalam pernyataan resmi menyebut bahwa sosok Lee Kuan Yew merupakan pemimpin yang karismatik dan merupakan teladan bangsa.
"Lee Kuan Yew membuat langkah besar bagi rakyat Singapura dan akan dikenang sebagai arsitek modern di belakang transformasi yang luar biasa Singapura menjadi kota kelas dunia," kata pernyataan itu seperti dimuat Channel News Asia.
"Yang Mulia juga menghargai kontribusi Lee Kuan Yew yang luas terhadap menjaga perdamaian dan stabilitas regional," sambungnya.
Selain itu, Presiden Filipina Benigno Aquino juga menyampaikan duka serupa.
"Saat warga Singapura berduka atas wafatnya Lee Kuan Yew, warga Filipina bergabung dengan mereka dalam menghormati negarawan yang nisa dibilang sebagai pendiri bangsa Singapura," sebutnya dalam pernyataan resmi.
"Sepanjang hidupnya yang panjang, sebagai perdana menteri dan menteri senior, Lee menunjukkan pengabdian teguh ke negaranya, mengubahnya menjadi sebuah negara yang akan menjadi contoh pemerintahan yang efisien, modern, dan jujur," sambung pernyataan tersebut.
Ucapan belasungkawa juga datang dari India.
"Seorang negarawan berpandangan jauh dan singa di antara pemimpin, kehidupan Mr Lee Kuan Yew mengajarkan pelajaran berharga bagi semua orang. Berita kematiannya adalah menyedihkan," kata Perdan Menteri India Narenda Modi dalam pernyataan resmi.
Sementara itu, di mata Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe, sosok Lee Kuan Yew merupakan pemimpin besar.
"Lee Kuan Yew merupakan pemimpin modern besar yang pernah diproduksi Asia. Selama ini, lebih dari setengah abad dan sepanjang hidupnya, peran kuncinya tidak hanya dalam mencapai pertumbuhan ekonomi dan kemakmuran yang luar biasa di Singapura, tetapi juga dalam mengamankan perdamaian dan stabilitas di Asia Pasifik dan dunia. Dia sangat dihormati di seluruh dunia," kata Abe dalam pernyataan resminya.
"Dalam konteks bilateral, Yang Mulia Mr Lee Kuan Yew, selama dan setelah masa jabatannya sebagai Perdana Menteri sering mengunjungi Jepang, termasuk pada tahun 1968 dan telah memberikan kontribusi yang luar biasa dalam kemajuan hubungan yang saat ini baik dan dekat antara Singapura dan Jepang," tandasnya.
Lee Kuan Yew sendiri tutup usia dini hari tadi sekitar pukul 3.18 waktu setempat di General hospital akibat sakit pneumonia yang dideritanya. Lee meninggal di usia 91 tahun dna rencananya akan dikebumikan pada Minggu (29/3).
[mel]