Berita

Thein Sein/net

Dunia

"Kehendak Rakyat" Jadi Dalih Militer tetap Ambil Bagian di Politik Myanmar

JUMAT, 20 MARET 2015 | 13:19 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Militer Myanmar akan tetap mempertahankan perannya dalam ranah politik dengan dalih untuk mendukung transisi negara menuju demokrasi. Namun demikian, pada akhirnya, militer akan tunduk pada kekuasaan sipil bila proses transisi telah usai.

Begitu penegasan yang dikeluarkan oleh Presiden Myanmar Thein Sein dalam sebuah wawancara (Jumat, 20/3).

Perlu diketahui, Myanmar telah diperintah oleh militer selama 49 tahun sebelum diambil alih oleh pemerintahan sipil pada tahun 2011 lalu dan memulai reformasi politik dan ekonomi.


Namun bukan berarti militer tidak ikut campur sama sekali dalam pemerintahan sipil. Pasalnya, di bawah konstitusi tahun 2008 yang disusun di bawah kekuasaan militer, seperempat dari kursi parlemen Myanmar serta sejumlah pos kabinet  dicadangkan untuk petugas yang tidak terpilih. Hal itu memberikan militer veto yang efektif pada reformasi konstitusional.

Hal itu lah yang ditentang oleh pimpinan oposisi, National League for Democracy, Aung San Suu Kyi yang menyerukan agar militer angkat kaki sepenuhnya dari ranah politik.

Namun demikian, Thein Sein menilai, selama proses reformasi, masih diperlukan peran militer demi mendukung transisi demokrasi.

"Bahkan, militer adalah orang yang membantu dalam berkembangnya demokrasi di negara kita," kata seperti dimuat Channel News Asia.

Thein Sein sendiri tidak mengatakan kapan militer akan angkat kaki dari politik. Namun ia menyebut, hal itu akan dilakukan sesuai dengan kehendak rakyat. [mel]

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya