Berita

Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir

Olahraga

Garuda Dibegal di Barclaycard Arena

Tanpa Gelar di All England
SENIN, 09 MARET 2015 | 09:18 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Gagal sudah upaya Indonesia merebut gelar di All England. Satu-satunya harapan dari ganda campuran, Tontowi Ahmad/Liliyana Natsir kalah di final da­lam duel di Barclaycard Arena, kemarin malam.

Tontowi Ahmad/Liliyana Nat­sir juga gagal mempertahankan gelar yang mampu direngkuh pada 2012, 2013, dan 2014. Menghadapi Zhang Nan/Zhao Yunlei di partai final, Owi/Butet kalah dua set langsung 21-10, 21-10 dalam laga 37 menit.

Menurut pelatih ganda cam­puran Richard Mainaky, salah satu sebab kekalahan Tontowi/Liliyana bisa jadi karena mereka terlalu menggebu-gebu dalam menghadapi final ini.


Bagi Richard, kekalahan Ton­towi/Liliyana dalam sebuah pertandingan, terlebih melawan rival macam Zhang Nan/Zhao Yunlei adalah bagian dari sebuah kompetisi di mana ada pihak yang menang dan kalah.

Namun Richard tetap menye­but bahwa performa Tontowi/Liliyana jelas berada jauh di bawah standar permainan mereka selama ini.

"Mungkin salah satu pe­nyebabnya adalah mereka terlalu menggebu-gebu dan berseman­gat dalam menghadapi laga final ini. Apalagi mereka dihadapkan oleh fakta bahwa mereka ting­gal selangkah lagi meraih gelar keempat di All England," ucap Richard.

"Semangat mereka yang ter­lalu tinggi itu malah kemudian menjadi beban bagi mereka saat tampil di lapangan," katanya menambahkan.

Salah satu contoh efek dari hal itu adalah variasi serangan Ton­towi/Liliyana yang cenderung monoton di babak final ini.

"Setiap bola ke belakang pasti selalu di-smash, beda halnya dengan saat laga semifinal ke­marin," kata Richard.

Di samping tekanan dalam diri Tontowi/Liliyana, kekalahan te­lak ganda campuran nomor satu Indonesia ini pun juga lantaran keberhasilan Zhang Nan/Zhao Yunlei mendapatkan irama per­mainan mereka sejak awal.

"Memang dibandingkan gan­da papan atas lainnya, Zhang Nan/Zhao Yunlei inilah yang paling konsisten dan stabil per­formanya," ucap Richard.

Hingga berita ini diturunkan, baru dua partai yang terselesai­kan. Di tunggal putri, andalan Spanyol Carolina Marin kem­bali menghentak dunia setelah menjadi juara menaklukkan ung­gulan dua Sania Nehwal 16-21, 21-14 21-7. Tahun lalu, Marin jadi juara dunia setelah sebel­umnya berlatih keras di pelatnas PBSI Cipayung. ***

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25

Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02

Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00

Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38

Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17

Selengkapnya