Berita

icuk sugiarto/net

Olahraga

KONI Pusat Harus Cabut Surat Pecat Icuk Sugiarto!

JUMAT, 06 MARET 2015 | 20:45 WIB | LAPORAN:

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Tono Suratman mendesak Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) mencabut surat pemecatan Ketua Umum Pengprov PBSI DKI Jakarta Icuk Sugiarto serta membatalkan penunjukan Umbu S Samapaty sebagai caretaker Ketua Umum Pengprov PBSI DKI menggantikan Icuk.

"PP PBSI tidak bisa seenaknya saja memecat orang. Icuk Sugiarto adalah pelaku olahraga yang telah mendedikasikan hidupnya secara penuh untuk olahraga. Mulai dari menjadi atlet, membangun klub, sampai melahirkan atlet dengan prestasi dunia," kata Tono usai bertemu dengan pengurus Pengprov PBSI DKI Jakarta di Gedung KONI Pusat, Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, Jumat (6/3).

KONI Pusat menilai, PP PBSI telah melanggar Aanggaran Rumah Tangga KONI Pasal 31 ayat (4) dan Anggaran Rumah Tangga PBSI Pasal 24 ayat (3). Dan tindakan itu jelas merupakan pembusukan terhadap organisasi bulutangkis itu sendiri.


Secara tegas KONI Pusat mengakui kepemimpinan Icuk Sugiarto sebagai Ketua Umum Pengprov PBSI DKI Jakarta, yang sesuai dengan sikap KONI Provinsi DKI Jakarta.

Pensiunan Jenderal bintang dua ini menyerukan kepada Icuk untuk tetap jalan terus tanpa menghiraukan apa yang dilakukan PP PBSI dan dalam waktu dekat pihaknya akan mengirmkan surat ke Cipayung.

"Saya akan berkirim surat kepada PP PBSI agar Anton Subowo selaku Sekjen mencabut surat pemecatan Icuk. Dan sekaligus meminta Anton mencabut surat penunjukan Umbu S Samapaty sebagai caretaker pelaksana Ketum PBSI DKI Jakarta," lanjut Tono.

Tono juga menjelaskan, terjadinya kasus ini telah membuat pembusukan dari dalam PP PBSI yang ingin mengacak-acak organisasi bulutangkis. Dan ini akan berpengaruh terhadap prestasi bulutangkis nasional. Makanya ini tidak boleh dibiarkan.

Mantan juara dunia bulutangkis Joko Suprianto yang juga ikut hadir dalam pertemuan tersebut justru menyangsikan tanda tangan Ketua Umum PP PBSI Gita Wirjawan. Karena menurut Joko belum tentu Gita setuju dengan sanksi yang dijatuhkan kepada Icuk.

"Saya curiga kalau tandatangan Pak Gita itu asli. Karena setahu saya yang bermain di PBSI itu bukan orang sekelas Pak Gita. Ini hanya kerjaan kelompok tertentu yang punya kepentingan politis," katanya.

Sementara Wakil Ketua Umum III KONI Provinsi DKI Jakarta Audy Tambutan menilai, apa yang dilakukan Umbu S Samapaty selaku caretaker Ketum Pengprov PBSI DKI Jakarta adalah liar. Karena PP PBSI sudah membentuk organisasi tanpa bentuk (OTB) di luar organisasi yang sah.

"Apa pun yang dilakukan Umbu dan Anton biarkan saja. KONI DKI tidak akan menghiraukan mereka. Kita tetap mengakui kepengurusan Pengprov PBSI DKI Jakarta dipimpin Icuk," kata Audy.[wid]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25

Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02

Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00

Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38

Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17

Selengkapnya