Berita

Lima Lagu Gayo Iringi Aksi Budaya Boemi Poetera

JUMAT, 06 MARET 2015 | 02:58 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Aksi Serikat Boemi Poetera menuntut proteksi pemerintah terhadap kebudayaan negeri sendiri berlanjut. Dalam aksi Gelar Budaya yang digelar di Tugu Air Mancur, Jalan Putri Hijau, Medan, Kamis petang (5/3), lima lagu etnik Gayo disuguhkan.

Lagu-lagu etnik Gayo-beriring musik akustik yang apik dimainkan kelompok mahasiswa Gayo-itu seluruhnya bermuatan pesan moral. Antara lain tentang bagaimana hubungan antarumat manusia dan bagaimana semestinya manusia memperlakukan alam sekitar.

"Kali ini kita menampilkan kebudayaan Gayo, etnik asli Boemi Poetera dari dataran tinggi Provinsi Aceh. Ke depan, kita akan tampilkan kebudayaan etnik Karo, Batak, Melayu, Jawa dan lain-lainnya, untuk menggugah rasa kebangsaan pejabat-pejabat pemerintahan," ujar Koordinator Aksi Serikat Boemi Poetera, Indra Gunawan di sela-sela kegiatan.


Selain memperkenalkan kebudayaan Gayo, aksi Serikat Boemi Poetera juga diisi orasi tunggal Tengku Zainuddin. Aktivis, peneliti sekaligus pegiat budaya ini menekankan absennya pemerintah dalam upaya perlindungan dan pelestarian budaya negeri sendiri.

"Ke mana Gubernur dan Wakil Gubernur kita? Mereka selalu menggunakan atribut budaya Melayu, namun membiarkan nilai-nilai kebudayaan di negeri ini terus tergerus, ditindas oleh kebudayaan baru yang didesain non-bumi putra," tukasnya.

Di daerah pesisir, lanjut dia, beberapa kebudayaan asli bumi putra musnah seiring pembabatan hutan mangrove. Sedangkan di perkotaan seperti Medan, proses kapitalisasi telah melenyapkan ornamen-ornamen yang mencirikan kebudayaan khas masyarakat setempat.

"Boemi Poetera mesti bangkit melawan keadaan. Sulit mengukur nilai nominal kerugian yang diderita bangsa ini akibat tertindas dan hilangnya kebudayaan. Mengapa sulit? Karena nilainya tak terhingga," tambahnya.

Terpisah, Sekretaris Nasional (Seknas) Serikat Boemi Poetera, Ir. Abdullah Rasyid, ME mengatakan hilangnya kebudayaan berarti hilangnya kedaulatan. "Kedaulatan rakyat adalah kekuasaan yang diberikan negara berdasar konstitusi. Kehilangan kebudayaan tentu mengancam pula kekuasaan. Boemi Poetera berjuang mengembalikan kedaulatan rakyat dan tentu juga menjadi kedaulatan negara," tegasnya.

Penegasan Rasyid itu memperkuat esensi gerakan yang dibangun Serikat Boemi Poetera. Menurutnya, kehidupan kaum bumi putra kini kian tertindas akibat kedaulatan yang tergerus.

"Tergerusnya kedaulatan merupakan akibat hilangnya secara perlahan nilai-nilai kebudayaan yang diwariskan nenek moyang kita. Harusnya kita sadari bahwa saat ini undang-undang dasar tak lagi memproteksi hak-hak khusus bumi putra. Klausul dalam UUD '45 yang memproteksi hak-hak khusus bumi putra telah diamandemen," pungkasnya. [zul]

Populer

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

BGN Setop Sementara Operasional 1.276 SPPG, Ini Sebabnya

Kamis, 17 September 2026 | 01:56

DPR Apresiasi Kejagung Sita Aset dalam Kasus Febrie Tanpa Pandang Bulu

Kamis, 17 September 2026 | 01:30

Perang Dunia Ketiga Is Coming?

Kamis, 17 September 2026 | 01:04

KKP dan FAO Bidik Sektor Perikanan Genjot Ketahanan Pangan

Kamis, 17 September 2026 | 00:49

Kasus Teror di Papua Bikin Masyarakat Ragu dengan Kemampuan TNI-Polri

Kamis, 17 September 2026 | 00:20

Pemimpin Merupakan Refleksi Sistem Politik yang Dibangun Masyarakat

Kamis, 17 September 2026 | 00:01

Pergantian Menteri Harus Jadi Momentum Perkuat Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 16 September 2026 | 23:35

Ada “Nama Ajaib”, Bos Pajak dan Bea Cukai Minta Rotasi Era Purbaya Dibatalkan

Rabu, 16 September 2026 | 23:08

KPK Didesak Bongkar Jaringan Sistematis Korupsi Layanan ATR/BPN

Rabu, 16 September 2026 | 22:41

Prabowo: PT Timah Untung 900 Persen Berkat Efisiensi BUMN

Rabu, 16 September 2026 | 22:36

Selengkapnya