Berita

Situs Proton juga Sebut MoU untuk Kembangkan Mobil Nasional Indonesia

RABU, 11 FEBRUARI 2015 | 01:34 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Polemik penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) antara produsen mobil Malaysia Proton Holdings Berhad dengan perusahaan dari Indonesia PT. Adiperkasa Citra Lestari masih terus bergulir.

Setidaknya berpangkal pada dua hal. Pertama, karena kerja sama itu disebutkan untuk mengembangkan mobil nasional Indonesia.

Hal ini terpampang jelas di backrop di balik panggung penandatanganan antara CEO Proton Dato’ Abdul Harith Abdullah dan CEO PT ACL Abdullah Mahmud Hendropriyono. Di situ jelas tertulis  "MoU Signing Ceremony for the Development & Manufactur of Indonesia National Car".


Karena jauh sebelumnya, Presiden Joko Widodo yang hadir menyaksikan penandatangan MoU tersebut sudah berjanji akan menjadikan mobil Esemka sebagai mobnas. Keberadaan mobil ini yang dulu melambungkan namanya saat masih menjabat Walikota Solo. Apalagi banyak yang menilai, tidak tepat menggandeng Proton yang saat ini sedang redup.

Namun, Jokowi dan pihak pemerintah lainnya membantah menggandeng Proton untuk proyek mobnas. Mereka berkilah, penandatangan Proton dan PT ACL tak ada hubungan dengan pemerintah karena itu terkait business to business.

Apalagi kata Jokowi, dia akan menjadikan mobil Esemka untuk mobnas. "Kalau bicara mobil nasional, tentu saya akan bicara Esemka," katanya di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Selasa dini hari kemarin sesampainya di Tanah Air.

Bahkan, Menteri Perindustrian Saleh Husin mengungkapkan, penulisan "Indonesia National Car" di backdrop tersebut kerjaan event organizer. "Backdrop kan selalu EO (event organizer) yang buat," jelasnya kemarin.

Tapi ternyata, frasa Indonesia National Car tidak hanya terdapat di backrup. Di situs resmi perusahaan dengan nama lengkap Perusahaan Otomobil Nasional Sdn. Bhd itu juga menyatakan demikian. (Baca: Proton And Pt Acl To Collaborate On The Development And Manufacturing Of Indonesia National Car)

"PROTON Holdings Berhad ("PROTON") today announced the signing of a Memorandum of Understanding (MoU) with PT. Adiperkasa Citra Lestari ("PT ACL") to establish cooperation ties between Malaysia and Indonesia ("Parties") in relation to the development and manufacturing of Indonesia National Car," begitu paragraf pembuka siaran pers yang dimuat di situs tersebut pada 9 Februari 2014.

Polemik kedua tentu terkait dengan perusahaan yang dipimpin AM Hendropriyono tersebut. Publik, bahkan Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) juga disebut, tak mengenal perusahaan tersebut. Apalagi sosok CEO-nya selama ini diketahui tak terkait dengan dunia otomatif. Karena dia lebih dikenal sebagai tokoh militer.

Meski begitu, mantan Kepala BIN mengaku sudah lama bercita-cita ingin membangun pabrik mobil made in Indonesia. (Baca: Jawaban Lengkap AM Hendropriyono soal Kerja Sama dengan Proton)

"Membangun pabrik mobil made in Indonesia, sudah menjadi cita-cita saya sejak kebatalan KIA yang saya pegang, karena prinsipalnya diakuisisi oleh Hyundai. Dengan bersemboyan pada "Old Soldier Never Die", pada senja hidup saya ini saya masih ingin berbakti kepada bangsa kita, yang celakanya termasuk kepada para demagog di antara masyarakat kita," katanya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya