Berita

joko widodo/net

Poling: Hanya 7,6 Persen yang Puas 100 Hari Pertama Jokowi

SELASA, 10 FEBRUARI 2015 | 16:01 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Angka dukungan kepada Presiden Joko Widodo jadi topik utama pembicaraan publik dan media massa ketika jatuh tempo 100 hari pemerintahannya.

Walau beberapa analis politik menganggap isu 100 hari semata mengadopsi tradisi Barat, namun lebih banyak yang menilai ulasan kinerja 100 hari sebagai isu penting untuk dibicarakan.

Seperti dikatakan polster papan atas, Denny JA, walau banyak kebijakan membutuhkan waktu panjang untuk membuahkan hasil, namun Jokowi harus tetap memilih ada program 100 hari. Program 100 hari pertama itu, demikian Denny JA, penting untuk menjaga psikologi publik.


Nah, di samping semua isu miring maupun prestasi positifnya, salah satu yang menarik dari 100 hari pemerintahan Jokowi adalah berbaliknya dukungan kalangan yang mendukung Jokowi pada masa kampanye Pilpres.

"Beberapa pendukung terbesarnya telah menjadi kritikus paling sengit, dan beberapa sudah berkelakar soal siapa lagi sosok yang harus mereka pilih di Pemilihan Presiden berikutnya. Dan itu bukan pertanda baik di tiga bulan pertama pemerintahannya," demikian kutipan ulasan reporter TIME, Yenni Kwok, dalam artikelnya memperingati 100 hari Jokowi.

Apalagi, jajak pendapat untuk mengukur kinerja tidak hanya "menimpa" Jokowi, tetapi kepada hampir setiap rezim baru di era reformasi ini. Mau tak mau, Jokowi harus menelan pahit manisnya hasil jajak pendapat 100 hari.

Kantor Berita Politik RMOL sendiri telah membuka poling meminta pendapat pembaca soal isu ini sejak tiga pekan lalu. Dan terungkap ketidakpuasan terhadap rezim Jokowi sangat tinggi di kalangan pembaca.

Menjawab pertanyaan, "secara umum apakah Anda puas dengan kinerja pemerintahan Joko Widodo dalam 100 hari pertama?", sampai berita ini dilaporkan, hanya 7.6 persen responden yang memilih opsi jawaban Puas.

Sementara yang menjawab Tidak Puas mencapai 89.6 persen. Sisanya Ragu-ragu sebesar 2.8 persen.

Cerminan menurunnya dukungan kepada Jokowi di masa 100 hari pemerintahannya juga dilansir lembaga Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pada 29 Januari lalu, sehari setelah peringatan 100 hari.

Kepuasan publik terhadap pemerintah merosot di bawah 45 persen, atau hanya 42,29 persen publik yang menyatakan puas dengan pemerintahan Jokowi-JK. Sedangkan mayoritas publik, yakni sebesar 53,71 persen, menyatakan tidak puas dengan kinerja Jokowi. Mayoritas publik pun menyayangkan Jokowi kehilangan momentum perubahan 100 hari pertamanya.

Kepuasan publik terhadap Jokowi menurut dratstis jika dibadingkan dengan harapan dan dukungan kepadanya setelah terpilih sebagai presiden ke-7.

Jokowi terpilih sebagai presiden dengan dukungan 53,15 persen suara. Bahkan sebelum dilantik sebagai presiden, harapan publik akan Jokowi berada di 71,73 persen (Agustus 2014).

Poling yang digelar RMOL ini tidak mengikuti kaidah akademis. Poling ini menggunakan metode one IP one vote, artinya tidak mencerminkan sikap seluruh rakyat Indonesia. Poling hanya gambaran sikap pembaca RMOL, yang bersedia memberikan suara dalam poling. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya