Berita

ilustrasi/net

Hukum

Ingat, Penegakan Hukum Bukan Cuma untuk Pejabat di Luar KPK

Ada Peluang Lowongan Kerja d KPK
SELASA, 10 FEBRUARI 2015 | 12:07 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Ketegangan antara Polri dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diwarnai laporan pidana oleh masyarakat terhadap keempat pimpinan KPK dan salah satunya jadi tersangka kasus keterangan palsu.

Perkembangan ini menyebabkan karyawan lembaga anti korupsi tersebut berinisiatif atau mengancam untuk mogok bahkan ingin berhenti bekerja di KPK.

"Namun, gerakan anti korupsi harus terus ada di negeri ini, apapun yang terjadi terhadap para Komisioner KPK," kata politisi PDI Perjuangan, Bambang Suryadi, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (10/2).


Ditegaskannya, penegakan hukum bukan hanya untuk pejabat negara di luar KPK, tetapi juga untuk para pimpinan KPK yang diduga korupsi atau melawan hukum.

"Para komisioner atau pejabat KPK yang korup atau melawan hukum dalam bentuk lainnya harus ditindak," terang politisi yang biasa disapa Beathor ini.

Menurut Beathor, ancaman mogok atau mundurnya para karyawan KPK akan memberi "peluang" bagi para pegiat dan pemerhati korupsi untuk menggantikan mereka.

"Bagi yang berminat, bersegeralah mendaftar agar dapat berkarya dan bekerja di KPK. Untuk itu persiapkan persyaratan-persyaratannya," tandasnya. [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya