Berita

fuad bawazier/net

Politik

Fuad: Kasihan Jokowi Kerepotan Membayar Tagihan dari Sponsor

SELASA, 10 FEBRUARI 2015 | 11:24 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Berbagai kebijakan Presiden Joko Widodo belakangan ini terlihat janggal. Bisa dipastikan itu merupakan konsekuensi memenuhi keinginan para "sponsor"-nya ketika pemenangan Pilpres 2014.

"Kasihan Jokowi yang kini terpaksa harus melakukan kejanggalan-kejanggalan dan kerepotan-kerepotan membayar tagihan-tagihan para sponsor atau 'majikan-majikannya' melalui berbagai kebijakan," kata politisi senior, Fuad Bawazier, kepada redaksi, Selasa (10/2).

Menurut Fuad, beberapa kebijakan janggal bisa dilihat antara lain dari penunjukan Jaksa Agung dari kalangan politisi (Nasdem), mengangkat Menko Polhukam yang tidak mumpuni, penunjukan calon Kapolri yang menghebohkan karena melahirkan konflik Polri-KPK. Bahkan, pemerintahannya nekat melanggar aturan negara.


"Jokowi melanggar UU Minerba karena mengizinkan Freeport untuk ekspor mineral mentah, padahal dalam UU ada larangan tegas. Apalagi yang diberi dispensasi justru perusahaan asing," terang Fuad.

Sebelumnya, Jokowi terindikasi melanggar UU Migas dalam kebijakan melepas harga BBM sesuai keinginan pasar.

"Jokowi juga telah melanggar UU Migas dan putusan MK karena membiarkan harga BBM sesuai harga pasar," katanya.

Sekarang ini, kejanggalan terbaru lainnya ketika sang presiden terbang ke Malaysia menghadiri penandatangan MoU perusahaan milik Hendropriyono dengan perusahaan milik Mahathir Mohammad, Proton, untuk rencana industri mobil nasional (mobnas).

"Padahal, urusan pertemanan tidak seharusnya dilakukan dengan biaya perjalanan negara," tambahnya.

Dalam pandangan Fuad, daripada menandatangani MoU dengan Proton, lebih baik Jokowi mendirikan BUMN untuk mewujudkan mobnas sesuai janjinya sebelum jadi presiden. Nantinya, produk-produk awal mobnas bisa dibeli pemerintah jika belum laku di pasaran.

Namun di samping beberapa kejanggalan, menurut Fuad, ada pula beberapa kebijakan positif yang harus dibanggakan. Seperti ketegasan Jokowi menghukum mati terpidana gembong narkoba dan menenggelamkan kapal-kapal asing pencuri ikan di Indonesia.

Mantan menteri keuangan era Orde Baru ini berpesan kepada Jokowi agar berani mengatakan tidak pada "tukang tagih"-nya dan mengikuti aspirasi publik.

"Jangan takut, rakyat akan terus mendukungmu selama pro rakyat," tegas Fuad. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Harga Minyak Dunia Merangkak Naik ke 93 Dolar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:17

TransNusa dan Tourism Malaysia Ajak Media Eksplorasi Penang, Perlis hingga Langkawi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:57

Rupiah Perpanjang Tren Positif di Jumat Pagi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:51

Strategi Mendapatkan Libur Panjang Saat Peringatan Maulid Nabi 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:46

OTT Rektor Unsoed, KPK Tangkap 14 Orang dan Amankan Uang Ratusan Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:35

IHSG Naik ke 6.526,30, Saham Mayoritas Menguat

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:20

Salah Paham tentang Kembali ke UUD 1945

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:06

Kebutuhan Pangan Pengungsi NTT Dipastikan Terpenuhi, Stok Beras 39 Ribu Ton

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:00

Bursa Asia Merah Tergusur Sentimen Wall Street

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:58

Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed Diduga Terkait Korupsi PMB

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:49

Selengkapnya