Berita

Politik

Ini Alasan Ratna Sarumpaet Desak Para Pimpinan KPK Mundur

SENIN, 09 FEBRUARI 2015 | 20:04 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kalau publik menginginkan Polri dan Kapolri bersih dari korupsi dan tindak kejahatan lainnya, maka publik harus juga bersikap serupa terhadap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Sama saja. Kita berhak menuntut KPK bersih seperti halnya kita ingin Polri bersih," tegas aktivis politik, Ratna Sarumpaet, saat diwawancara Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Senin malam, 9/2).

Ratna mengaku masih sangat berharap KPK tidak "digerogoti" dalam upaya pemberantasan korupsi.


"Tapi, yang menjaga KPK harus orang-orang bersih," tambah dia.

Menurut Ratna, karena sekarang empat orang pimpinan KPK dilaporkan ke kepolisian, bahkan salah satunya sudah menjadi tersangka, maka lebih baik mereka semua mengundurkan diri dari jabatannya.

Jika para pimpinan KPK yang bermasalah mundur, maka presiden bisa menunjuk para penggantinya sementara. Dia mengatakan, masih banyak tokoh berintegritas yang bisa menyelamatkan KPK.

"Sekarang sudah ada dugaan begitu (laporan pidana terhadap pimpinan KPK), sebaiknya mengundurkan diri saja. Kasih kesempatan presiden bisa bergerak bentuk plt-plt (pelaksana tugas) yang diangkat untuk mempersiapkan komisioner yang tetap," ucapnya.

Dia tidak setuju kalau ada orang yang melaporkan pimpinan KPK dalam kasus kejahatan tertentu maka orang itu otomatis dicap anti pemberantasan korupsi.

"Menurut saya penilaian semacam itu harus dihindari, Kalau mereka (pimpinan KPK) tersangka, pecat juga. Sama pentingnya KPK dan Polri. Ini baru profesional," tegas Ratna.

Dia menambahkan, persoalan KPK dan Polri, tidak akan terlalu rumit jika Presiden Jokowi memiliki ketegasan.

"Seharusnya tidak complicated kalau presiden tegas," pungkasnya. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya