Berita

Politik

GEF dan Indonesia Sepakat Tingkatkan Kerjasama Kemaritiman

SENIN, 09 FEBRUARI 2015 | 19:50 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Global Environmental Facility (GEF) dan Kemenko Kemaritiman sepakat untuk meningkatkan kerjasama di bidang perubahan iklim di laut, perikanan dan konservasi laut.

Kesepakatan ini muncul usai pertemuan antara President Director and Chief Executive Officer (CEO) Global Environmental Facility (GEF), Dr. Naoko Ishii, dengan Menko Kemaritiman, Indroyono Soesilo, di Kantor Menko Maritim di Jakarta, tadi sore (Senin, 9/2).

Beberapa program yang dibahas untuk dikembangkan antara GEF dan Indonesia antara lain program konservasi mangrove yang berperan sebagai tempat pemijahan ikan, penahan erosi pantai, penyerap karbon, pengemisi oksigen dan untuk sumber pangan.


Di samping itu, kedua pihak sepakat untuk merehabilitasi lahan gambut di Indonesia melalui sistem pembasahan kembali dan sekaligus meningkatkan produksi perikanan air tawar di lahan gambut.

Di bidang karbon biru dan energi terbarukan, GEF dan Indonesia bersepakat untuk mengkaji bersama potensi mikro algae di laut Indonesia guna dipakai sebagai wahana penyerap CO2 sekaligus menghasilkan bio diesel. Sedang program global yang juga akan diikuti oleh Indonesia melalui program GEF mencakup Coastal Fisheries Initiative.

Tim Indonesia dan Tim GEF segera menindak-lanjuti kesepakatan kedua pimpinan tadi.

GEF bermarkas di Washington DC, AS dan bertugas menghimpun dana sekaligus mendistribusikan dana untuk kegiatan pelestarian lingkungan, konservasi alam, mitigasi serta adaptasi perubahan iklim.

Untuk kurun 2014-2018, GEF berhasil menghimpun dana sebesar US$ 4.3 miliar yang siap dihibahkan ke 120 negara berkembang, termasuk Indonesia. Hibah dana GEF ke Indonesia bisa berupa hibah langsung maupun hibah melalui lembaga multilateral.

Kendala hibah GEF di Indonesia adalah kekurangmampuan ahli-ahli Indonesia membuat proposal ke GEF. Permasalahan di atas segera diatasi dengan menggandeng Badan Pangan dan Pertanian PBB yaitu FAO, untuk bekerjasama.

Di bidang kelautan dan perikanan, pada tahun 2014, GEF menghibahkan US$ 11 juta untuk dua program di Indonesia, yaitu keanekaragaman perikanan air tawar dan kajian ekosistem Lautan Indonesia. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Demokrat: Tidak Benar SBY Terlibat Isu Ijazah Palsu Jokowi

Rabu, 31 Desember 2025 | 22:08

Hidayat Humaid Daftar Caketum KONI DKI Setelah Kantongi 85 Persen Dukungan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:57

Redesain Otonomi Daerah Perlu Dilakukan untuk Indonesia Maju

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:55

Zelensky Berharap Rencana Perdamaian Bisa Rampung Bulan Depan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:46

Demokrasi di Titik Nadir, Logika "Grosir" Pilkada

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:37

Demokrat: Mari Fokus Bantu Korban Bencana, Setop Pengalihan Isu!

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:35

Setoran Pajak Jeblok, Purbaya Singgung Perlambatan Ekonomi Era Sri Mulyani

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:14

Pencabutan Subsidi Mobil Listrik Dinilai Rugikan Konsumen

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:02

DPRD Pastikan Pemerintahan Kota Bogor Berjalan

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:53

Refleksi Tahun 2025, DPR: Kita Harus Jaga Lingkungan!

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:50

Selengkapnya