Berita

ratna sarumpaet/net

Politik

TRAGEDI CALON KAPOLRI

Ratna Sarumpaet: Jokowi Jangan Berlagak Pilon

SENIN, 09 FEBRUARI 2015 | 19:36 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Presiden Joko Widodo cuma punya dua pilihan. Batalkan pelantikan Komjen Budi Gunawan (BG) sebagai Kepala Polri; atau tetap melantiknya lalu berhentikan segera sehari sesudahnya.

Demikian disampaikan aktivis politik, Ratna Sarumpaet, saat diwawancara Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu.

Dia juga mengkritik para ahli tata negara yang mendesak Presiden Joko Widodo untuk cepat melantik BG. Menurut dia, para ahli tata negara itu selalu berpikir berdasar undang-undang, sementara undang-undang yang mereka baca sudah amburadul.


"Saya ingatkan kalau BG diangkat juga (menjadi Kapolri) oleh Jokowi, besoknya harus dipecat. Jangan Jokowi berlagak pilon (tidak tahu apa-apa) bahwa semua keruwetan ini akan selesai di praperadilan," tegas Ratna.

Menurut dia praperadilan tidak pantas menjadi dasar untuk melantik atau tidak melantik BG karena yang dipersoalkan praperadilan adalah aspek teknis bukan materi.

"Secara materi kan sejak berapa tahun lalu dia (BG) sudah masuk daftar rekening gendut. Jokowi punya intelijen. Kan dia bisa buka soal rekening gendut BG ini. Para ahli tata negara kita pandai secara tata negara tapi secara moral kecerdasan mereka di mana?" kata dia.

Dia khawatir Jokowi akan mengeluarkan keputusan yang mengecewakan rakyat karena selama ini kata-katanya selalu "bersayap" jika ditanya seputar pelantikan BG.

"Kata-kata bersayap itu karakter orang yang tidak jujur. Saya ingatkan Jokowi, jangan berpegang pada praperadilan, tapi pada materi. Sejarah BG itu sudah bertahun-tahun lalu," ujar Ratna.

Ditegaskan dia lagi, jika Jokowi ingin terlihat hebat dan mau tunjukkan bahwa pemerintahannya berdiri di atas hukum, seharusnya dia tidak lantik BG. Jokowi harus berpikir secara moral, bukan hanya aturan konstitusi. Kalau pun konsitusi dilanggar untuk kebaikan bangsa, rakyat pasti mengerti.

"Tidak usah lantik. Kalaupun tetap melantik, pecat besoknya juga. Dua itu saja pesan saya," tegas Ratna. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya