Berita

net

Dunia

Hari Ketiga, Gempuran Yordania Diperkuat Uni Emirat Arab

MINGGU, 08 FEBRUARI 2015 | 03:49 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Yordania melanjutkan serangan udara terhadap kelompok militan Islamic State atau ISIS pada Sabtu (7/2). Inilah hari ketiga serangan udara, yang lebih tepat disebut serangan balas dendam, setelah tersebarnya sebuah video yang menayangkan kebrutalan militan ISIS membakar hidup-hidup pilot Yordania, Moaz al-Kasasbeh, yang disandera sejak Desember 2014.

"Pejuang angkatan udara hari ini mengebom pangkalan milik geng teror Daesh," kata televisi pemerintah Yordania, dikutip dari Reuters.

Daesh adalah istilah Arab untuk menghina untuk para militan ISIS. Istilah ini adalah akronim  untuk "Negara Islam Irak dan Levant" (al-Dawla al-Islamiyah al-Iraq al-Sham). Nama ini biasanya digunakan oleh musuh-musuh ISIS, dan juga memiliki banyak nada negatif dalam bahasa Arab.
 

 
Diberitakan, target-target serangan masih berada di kota Raqqa di Suriah. Yordania menyebut serangan ini akan "mengguncang", sebagai respons atas eksekusi mati tentara mereka dengan cara biadab.

Sementara itu, Al Jazeera melaporkan bahwa Uni Emirat Arab (UEA) telah memerintahkan satu skuadron jet tempur F-16 terbang ke Yordania untuk mendukung serangan udara negara itu terhadap ISIS. Padahal sebelumnya UEA menangguhkan keterlibatannya dalam operasi aliansi menghancurkan ISIS di bawah pimpinan Amerika Serikat dengan alasan tidak mau pilotnya bernasib serupa dengan pilot Yordania.

Kantor berita resmi UEA, WAM, melaporkan, Putera Mahkota Mohammed bin Zayed al-Nahayan selaku wakil kepala angkatan bersenjata negara itu telah memerintahkan armada tempurnya bergerak.

WAM memperjelas, pengerahan itu ditujukan untuk mendukung militer Yordania dalam perang melawan "organisasi teroris brutal". Namun tidak disebutkan jumlah pesawat yang terlibat maupun peran mereka.

Kantor berita Reuters, mengutip sumber militer Yordania, juga mengatakan bahwa langkah UEA akan membantu meningkatkan serangan udara pada kelompok bersenjata ISIS. [ald]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Ambang Batas Parlemen Moderat Cukup 2,5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 20:04

Eks Kepala PPATK: Demutualisasi BEI Kebutuhan Mendesak, Faktor Pertemanan Permudah Penyimpangan

Senin, 02 Februari 2026 | 19:50

Ribuan Warga Kawanua Rayakan Natal dan Tahun Baru dengan Nuansa Budaya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Catat! Ini 9 Sasaran Operasi Keselamatan Jaya 2026 dan Besaran Dendanya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Prabowo Terima Dirut Garuda dan Petinggi Embraer di Istana, Bahas Apa?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:41

Menkeu Purbaya Singgung Saham Gorengan Saat IHSG Anjlok, Apa Itu?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:29

Alur Setoran Kades dan Camat ke Sudewo Ditelisik KPK

Senin, 02 Februari 2026 | 19:23

Horor Sejarah Era Jim Crow

Senin, 02 Februari 2026 | 19:14

10 Surat Tanah yang Tidak Berlaku Lagi mulai Februari 2026

Senin, 02 Februari 2026 | 19:12

5 Takjil Khas Daerah Indonesia Paling Legendaris

Senin, 02 Februari 2026 | 18:53

Selengkapnya