Berita

ilustrasi/net

Politik

Jokowi Disarankan Hengkang dari PDIP

MINGGU, 08 FEBRUARI 2015 | 02:14 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Selama menteri-menteri dari jalur profesional yang ada di Kabinet Kerja bekerja dengan baik untuk merealisasikan janji kampanye Presiden Joko Widodo, seharusnya PDIP tidak perlu "kebakaran jenggot" hanya karena sulit berkomunikasi dengan Jokowi.

Dengan menyudutkan menteri-menteri dari jalur profesional, yang dilakukan oleh PDIP justru sama saja melecehkan Jokowi yang sudah memilih menterinya melalui proses yang transparan.

Hal itu dikatakan Direktur Indonesia Development Monitoring (IDM), Fahmi Hafel, dalam keterangan yang diterima redaksi, Sabtu malam (7/2).


Ia mengkhawatirkan tekanan dan pelecehan kepada Jokowi, seperti menyudutkan menteri-menteri Jokowi, terus dilakukan politisi-politisi PDIP hanya karena takut kekurangan "pundi pundi dolar".

Ia juga mengkritik sikap para politisi itu melecehkan Jokowi dengan menganggap Jokowi sebagai petugas partai yang harus patuh terhadap partai sehingga PDIP dapat seenaknya mengintervensi kebijakan Jokowi untuk kepentingan PDIP, seperti yang terjadi pada pencalonan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri.

Jika hal-hal itu terus terjadi, Fahmi yakin lama-kelamaan Jokowi merasa tidak nyaman dan akhirnya meninggalkan PDIP dan mencari dukungan ke Koalisi Merah Putih, dan akhirnya PDIP kembali menjadi partai opisisi.

"Jokowi juga bukan tipe orang yang suka ditekan. Jokowi keluar dari PDIP juga tidak mempengaruhi pemerintahannya, sebab PDIP bukan partai yang menguasai parlemen secara mayoritas. Daripada ditekan terus, sebaiknya Jokowi hengkang saja dari PDIP," tegasnya. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Demokrat: Tidak Benar SBY Terlibat Isu Ijazah Palsu Jokowi

Rabu, 31 Desember 2025 | 22:08

Hidayat Humaid Daftar Caketum KONI DKI Setelah Kantongi 85 Persen Dukungan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:57

Redesain Otonomi Daerah Perlu Dilakukan untuk Indonesia Maju

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:55

Zelensky Berharap Rencana Perdamaian Bisa Rampung Bulan Depan

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:46

Demokrasi di Titik Nadir, Logika "Grosir" Pilkada

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:37

Demokrat: Mari Fokus Bantu Korban Bencana, Setop Pengalihan Isu!

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:35

Setoran Pajak Jeblok, Purbaya Singgung Perlambatan Ekonomi Era Sri Mulyani

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:14

Pencabutan Subsidi Mobil Listrik Dinilai Rugikan Konsumen

Rabu, 31 Desember 2025 | 21:02

DPRD Pastikan Pemerintahan Kota Bogor Berjalan

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:53

Refleksi Tahun 2025, DPR: Kita Harus Jaga Lingkungan!

Rabu, 31 Desember 2025 | 20:50

Selengkapnya