Berita

Abdel-Malik al-Houthi/net

Dunia

Pemimpin Houthi: Rakyat Yaman Melakukan Revolusi Mulia untuk Hidup Bermartabat

MINGGU, 08 FEBRUARI 2015 | 01:03 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

. Pemimpin pejuang Houthi Yaman, Abdel-Malik al-Houthi, menyebut keberhasilan mereka menggulingkan pemerintah sebagai "revolusi yang mulia" yang telah menghancurkan belenggu ketidakadilan dan korupsi.

Dalam pidato publik pertamanya sejak kudeta Jumat kemarin, Abdel-Malik al-Houthi mengatakan, keputusan untuk mendirikan sebuah pemerintahan baru dan membubarkan parlemen adalah tindakan yang bertanggung jawab dan diambil untuk kepentingan terbaik negara. Demikian dilansir Al Jazeera.

"Orang-orang Yaman telah mengambil langkah besar dalam perjalanan mereka menuju kebebasan, martabat dan kemerdekaan," kata Houthi.


Houthi menyalahkan mantan presiden, Abed Rabbo Mansour Hadi, dan mengatakan akan menghadapi semua upaya menghasut rakyat Yaman.

"Beberapa kekuatan politik dan kolaborator, di dalam dan di luar Yaman, telah gagal untuk memahami bahwa orang-orang Yaman bersikeras mendirikan sebuah cara hidup bermartabat," tambah Houthi.

Houthi meluncurkan pidatonya di tengah situasi Yaman yang kisruh. Ribuan orang berunjuk rasa di seluruh negeri mengutuk "kudeta" kelompok Houthi.

Kelompok Houthi telah menguasai ibukota Sanaa pada September 2014, dan memaksa Presiden Abed Rabbo Mansour Hadi mundur dari jabatannya pada Januari lalu. Kini mereka mengumumkan akan membentuk sebuah dewan nasional untuk menggantikan parlemen yang dibubarkan.

Houthi adalah kelompok pemberontak, juga dikenal sebagai Ansar Allah, beraliran Zaidism yang merupakan cabang aliran Islam Syiah. Pengikutnya berpopulasi sepertiga dari populasi Yaman dan memerintah Yaman Utara di bawah sistem sendiri yang dikenal sebagai "Imam" selama hampir 1.000 tahun sampai berakhir tahun 1962.

Pejuang Houthi mengambil nama mereka dari Hussein Badr al-Din al-Houthi. Dia memimpin pemberontakan pertama kelompok ini pada tahun 2004 dalam upaya untuk memenangkan otonomi yang lebih besar dan juga untuk melindungi tradisi keagamaan dan budaya Zaidi dari Islam Sunni.

Setelah Houthi tewas oleh militer Yaman pada akhir 2004, keluarganya mengambil alih perjuangan dan memimpin lima pemberontakan sebelum gencatan senjata ditandatangani dengan pemerintah pada tahun 2010. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya