sesaat sebelum GE235 jatuh/net
Hari Sabtu (7/2), petugas SAR dalam tragedi TransAsia Airways GE235 menemukan kembali lima mayat dari Sungai Keelung di Taipei. Penemuan ini tiga hari setelah pesawat yang membawa 58 orang itu mengalami kecelakaan (Rabu, 4/2).
Dengan begitu, total korban tewas ditemukan sudah 40 orang, 15 selamat, sementara 3 penumpang masih dinyatakan hilang.
Demikian diberitakan Xinhua. Setidaknya, 26 dari 31 total turis asal Tiongkok tewas dalam tragedi tersebut.
Hari ini tim penyelamat menemukan mayat di perairan berjarak 500 meter, 600 meter dan 1 km dari lokasi kecelakaan. Demikian menurut pusat tanggap bencana Taiwan.
Pesawat TransAsia Airways GE235 berjenis ATR72-600 memiliki mesin turboprop, jatuh ke Sungai Keelung, Taipei, setelah lepas landas dari Bandara Songshan pukul 10:52 dengan tujuan Kepulauan Kinmen, pada hari Rabu.
Penyebab pasti kecelakaan masih belum jelas, tetapi analisis awal dari perekam data penerbangan dan perekam suara kokpit menunjukkan mesin kanan pesawat bermasalah hanya 37 detik setelah lepas landas dan pilot secara manual memotong pasokan bahan bakar untuk mesin kiri, yang menyebabkan hilangnya kekuatan di kedua mesin sebelum pesawat itu jatuh.
"Pesawat ATR 72-600 bertempat duduk 72 buah, diproduksi oleh perusahaan Franco-Italia ATR, mampu terbang atau lepas landas dengan hanya satu mesin yang berfungsi," kata anggota investigasi penerbangan Perancis (BEA), Yann Torres, yang bergabung dalam investigasi.
Pilot pesawat tersebut, Liao Chien-tsung (42), dianggap sebagai pahlawan oleh warga dan pejabat Taipei karena telah berusaha keras menghindari kecelakaan lebih parah yang melibatkan gedung-gedung dan apartemen di sekitar lokasi kecelakaan.
[ald]