Berita

ilustrasi/net

Paling Macet di Dunia, Jakarta Rugi Rp 1 Triliun Tiap Tahun

JUMAT, 06 FEBRUARI 2015 | 04:10 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Jakarta Transportation Watch (JTW) tidak kaget jika Jakarta dinobatkan oleh lembaga  Castrol Magnatec Stop-Start Index, Inggris, sebagai "juara" dari 10 kota di dunia yang tingkat kemacetannya paling tinggi.

Jakarta adalah kota terburuk di dunia dalam hal kemacetan lalu lintas, dengan rata-rata terdapat 33.240 kali proses berhenti di jalan per tahun. Kerugian akibat dari kemacetan tersebut setiap tahun adalah sekitar Rp 1 triliun.

Demikian catatan Ketua Jakarta Transportation Watch (JTW), Andy William Sinaga. Menurut dia, Jakarta yang saat ini didiami oleh 12.7 juta orang, mengalami proses penataan infrastruktur transportasi publik yang terlampau lambat.


Selain itu, hanya 13 persen jalur untuk transportasi publik, dengan lebih kurang 1,5 juta kendaraan melaju setiap hari di ruas-ruas jalan di Jakarta tidak sebanding dengan rata- rata lebar ruas jalan yang hanya 1 meter. Hal tersebut juga diperparah dengan jumlah kendaraan di Jakarta yang mencapai 16 juta, terdiri dari 12 juta roda dua dan 4 juta roda empat.

JTW juga mencatat rata-rata jumlah ruas jalan di Jakarta hanya 6,2 persen dari luas wilayah, dengan penambahan ruas jalan baru hanya 0,9 persen per tahun. Saat ini panjang jalan di Jakarta hanya 7.208 Km, di mana sesungguhnya kebutuhan ruas jalan di Jakarta adalah 12 ribu Km.

Secara umum JTW menggambarkan kemacetan di Jakarta terjadi di tiga jalur, yaitu jalur protokol, jalur tol dalam kota, dan jalur perlintasan kereta. Karena itu, JTW mendorong Pemerintah Provinsi Jakarta untuk segera melakukan revitalisasi sistem transportasi publik di Jakarta dengan mempercepat pembangunan MRT (Mass Rapid Transit)  yang terintegrasi dengan terminal bus dan kereta api. Bila perlu, pembangunan MRT meminta bantuan dari kesatuan Zeni Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Selain itu, Pemprov DKI Jakarta perlu membuka inovasi dengan pembangunan sarana transportasi sungai dan Banjir Kanal Timur dan Barat. Perbaikan fasilitas dan layanan angkutan umum di Jakarta perlu segera dilakukan dengan segera melakukan peremajaan dan mengintegrasikannya dengan satu badan usaha di bawah kendali Pemprov DKI Jakarta.

Kebijakan pembatasan jalur motor, pajak progresif, jalan berbayar dan tarif parkir yang tinggi perlu dipertahankan agar volume penggunaan kendaraan pribadi, di mana 70 persen warga Jakarta menggunakan kendaraan pribadi, dapat ditekan.

"Dengan demikian, kerugian Rp 1 triliun per tahun sebagai akibat kemacetan dapat diminimalisir," ujar Andy. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya