Berita

Hina Buya Syafii, Junimart Girsang harus Minta Maaf

KAMIS, 05 FEBRUARI 2015 | 16:41 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Kecaman terhadap anggota Komisi III DPR dari PDI Perjuangan Junimart Girsang terus mengalir. Karena tidak selayaknya Junimart menuding mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Ahmad Syafii Maarif sebagai orang yang tidak jelas.

"Pernyataan Junimart Girsang yang bernuansa merendahkan Buya Syafi'i Maarif adalah bentuk ketidaksantunan berpolitik," jelas analis politik Boni Hargens (Kamis, 5/2).

Menurutnya, Junimart Girsang mungkin saja berkepentingan dengan mempertahankan Komjen Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri. Sehingga dia tidak menyukai pernyataan Buya Syafii yang memastikan Presiden Joko Widodo tak akan melantik Komjen BG. "Tapi reaksi Girsang harus tetap bijak," ungkap dosen Universitas Indonesia ini.


Karena bagaimanapun, Boni menjelaskan, Buya Syafii adalah tokoh bangsa, yang sudah makan banyak garam dalam perjuangan membangun peradaban bangsa ini. Sehingga tidak bisa seenaknya merendahkan hanya karena kepentingan terganggu.

"Soal BG, Presiden dan Tim 9 sudah jelas menyatakan bahwa pada waktunya akan ada keputusan pasti," jelasnya.

Karena itu, Boni meminta Junimart untuk menunggu saja pengumuman resmi daripada menghina Buya Maarif.

"Saya menyarankan Junimart Girsang segera meralat kalimatnya dan meminta maaf kepada Buya Maarif sebagai wujud etika politik kekeluargaan yang menjadi salah satu ciri demokrasi Pancasila," tandasnya.

Junimart menyampaikan soal tidak jelas ini saat menanggapi Buya Syafii yang menyatakan bahwa Presiden Joko Widodo tidak akan melantik Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri.

Junirmat menegaskan, pernyataan Buya Syafii berdasarkan pembicaraan lewat telepon dengan Presiden tersebut tidak punya dasar. "Karena tak jelas siapa dia dan apa posisinya. Kalau bisa, kita harap jangan pula dia membuat suasana makin keruh," sergah Junimart seperti dilansir sebuah media kemarin. [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya