Berita

Perlakukan Kapolri Seperti Kondektur, Jokowi Biang Kisruh Sebenarnya!

KAMIS, 05 FEBRUARI 2015 | 14:04 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pro kontra calon Kapolri bukan disebabkan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri, bukan Komjen Budi Gunawan atau DPR RI.
Bahkan, biang kekisruhan ini adalah Presiden Joko Widodo sendiri.

"Biangnya adalah Jokowi," jelas Wakil Sekretaris Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) PP Muhammadiyah Mamun Murod Albarbasy dalam pesan singkat kepada kantor Berita Politik RMOL (Kamis, 5/2).

Mamun mengingatkan, Jokowi adalah Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, yang dipandu UU dan aturan lainnya. Mestinya, aturan itu yang dijadikan acuan daalm penentuan Kapolri.

Mamun mengingatkan, Jokowi adalah Kepala Negara dan Kepala Pemerintahan, yang dipandu UU dan aturan lainnya. Mestinya, aturan itu yang dijadikan acuan daalm penentuan Kapolri.

"Kenapa terjadi kisruh Kapolri, ya karena Jokowi nggak taat asas. Sekarang. Ketika kisruh sulit diurai, semua diseret untuk bantu mnyelesaikn. Termasuk membuat Tim 9 yang nggak jelas aturannya," ungkap Direktur Pusat Studi Islam dan Pancasila (PSIP) FISIP UMJ ini.

Komjen Budi Gunawan merupakan calon tunggal Kapolri yang diajukan Presiden Jokowi dan telah mendapat persetujuan dari DPR. Presiden mengajukan calon dan DPR menyetujui berdasarkan aturan dan kewenangan yang berlaku.

"Sekarang setelah ada masalah, harus juga diselesaikn dengan UU dong. UU tidak boleh dikangkangi. Sekarnng kalau Jokowi nggak mau melantik BG, apa alasan konstitusinalnya?" katanya mempertanyakan.

Dia menambahkan, Kapolri itu jabatan yang diatur UU. Jadi tidak bisa diperlakukan seperti mengangkat kondektur bus yang bisa asal comot. "Apalagi kalau Jokowi menyuruh mundur BG, lebih nggak jelas lagi. Sekarang kalau BG mhga mau mundur, Jokowi mau apa?" pungkasnya. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Prabowo Bidik Produksi Sedan Listrik Nasional Mulai 2028

Kamis, 09 April 2026 | 16:15

Program Magang Nasional Tidak Tersentuh Efisiensi

Kamis, 09 April 2026 | 15:56

BGN Siap-siap Dicecar DPR soal Pengadaan Motor Listrik MBG

Kamis, 09 April 2026 | 15:41

Gedung Kementerian PU Mendadak Digeledah Kejati DKI

Kamis, 09 April 2026 | 15:33

Gibran Dukung Hakim Ad Hoc di Persidangan Andrie Yunus

Kamis, 09 April 2026 | 15:21

Purbaya Sebut World Bank Salah Hitung soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:19

Prabowo Dorong VKTR Jadi National Champion Industri Otomotif RI

Kamis, 09 April 2026 | 15:08

Jalan Merangkak Demokrasi Indonesia

Kamis, 09 April 2026 | 15:01

Gibran Ajak Deddy Sitorus Sama-sama Berkantor di IKN

Kamis, 09 April 2026 | 14:37

Susun RUU Ketenagakerjaan, Kemnaker Serap Aspirasi 800 Serikat Buruh

Kamis, 09 April 2026 | 14:30

Selengkapnya