Berita

Nelayan Dukung Penuh Program Menko Kemaritiman

KAMIS, 05 FEBRUARI 2015 | 08:47 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Menko Kemaritiman, Indroyono Soesilo menerima kunjungan Ketua Umum Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Yussuf Solichien bersama jajarannya kemarin petang.

Dalam kesempatan tersebut, HNSI secara prinsip mendukung penuh program pengendalian perikanan tangkap dan konservasi perikanan.

Namun, HNSI mengharapkan pemerintah mengajak para pemangku kepentingan lainnya dalam penyusunan petunjuk teknis, petunjuk pelaksanaan dan sosialisasinya, sehingga penerapannya dapat diterima oleh publik secara luas. Tak hanya itu, HNSI juga mendukung kebijakan Pemerintah tentang Moratorium Perijinan Usaha Perikanan Tangkap.


"Tetapi HNSI mengharapkan kiranya verifikasi di lapangan terhadap kapal kapal penangkap ikan tadi dapat diselesaikan secepatnya, paling lambat pada April 2015, sehingga usaha perikanan dapat kembali normal," ucap Yussuf Solichien dalam pertemuan di kantor Kemenko Maritim.

Sementara berkaitan dengan kebijakan pelarangan alih muatan ikan di tengah laut (transshipment) untuk diekspor, HNSI juga mendukung penuh kebijakan. Namun HNSI lagi-lagi mengharapkan larangan berkaitan dengan kegiatan alih muatan di tengah laut untuk kapal kapal tradisional dan dalam rangka kegiatan di dalam negeri, bukan ekspor, dapat ditinjau ulang.

HNSI mengharapkan pula adanya sosialisasi dan komunikasi dari Pemerintah kepada para nelayan berkaitan dengan larangan penangkapan lobster, kepiting dan rajungan serta larangan penggunaan alat penangkapan ikan pukat hela dan pukat tarik.

"Kiranya dalam penerapan kebijakan diatas dapat disusun juklak dan juknis yang melibatkan para pemangku kepentingan serta diberikan waktu untuk perioda transisi bagi para nelayan di daerah untuk menyesuaikan dengan kebijakan baru dari Pemerintah," tandasnya.

Sementara itu, Menko Kemaritiman, Indroyono Soesilo, menyambut baik masukan masukan dari HNSI ini sekaligus menanggapinya dengan berbagai kebijakan baru Pemerintah berkaitan dengan nelayan. Antara lain upaya pengalihan subsidi BBM nelayan kepada kegiatan kegiatan produktif seperti penyediaan alat tangkap, cold storage, mesin kapal nelayan dan lain-lain, untuk dimanfaatkan oleh para anggota HNSI.

Dia juga menjanjikan untuk mendorong dibangun lebih banyak perumahan nelayan serta permodalan nelayan. Dalam waktu dekat Menko Kemaritiman akan memfasilitasi pertemuan antara HNSI dengan pihak Otoritas Jasa Keuangan (OJK) guna mendapatkan gambaran tentang jasa jasa keuangan bank dan non-bank yang dapat dimanfaatkan oleh para nelayan. [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Tak Pandang Bulu, Prabowo Akui Serahkan Dadan ke Kejaksaan

Kamis, 17 September 2026 | 12:29

MGBKI Soroti Isu Pendidikan Dokter Spesialis

Kamis, 17 September 2026 | 12:21

Prabowo Tugaskan Bahlil Bahas RUU Migas, SKK Migas Bisa Bubar!

Kamis, 17 September 2026 | 12:15

MNK Rokan Resmi Jadi Pionir Pengembanga Migas Nonkonvensional Indonesia

Kamis, 17 September 2026 | 12:13

Dasco Pastikan Seluruh Parpol Dilibatkan dalam Pembahasan Lanjutan RUU Pemilu

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

Ternyata Prabowo Suka Evidence-Based

Kamis, 17 September 2026 | 12:00

SMEC Perluas Akses Layanan Kesehatan Mata

Kamis, 17 September 2026 | 11:50

Berjalan Beriringan, Operasi PLTP Tak Pengaruhi Situs Waruga di Tomohon

Kamis, 17 September 2026 | 11:43

Optimalisasi Sumur Sepinggan V-7: PHKT Genjot Produksi Migas Lampaui Target

Kamis, 17 September 2026 | 11:35

Prabowo Ungkap Bakal Ada Investasi Besar-besaran Masuk RI

Kamis, 17 September 2026 | 11:19

Selengkapnya