Berita

raja abdullah II/net

Dunia

Raja Abdullah II: Balasan Yordania kepada ISIS Akan Sangat Keras

KAMIS, 05 FEBRUARI 2015 | 05:28 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Raja Yordania Abdullah II berjanji untuk membalas kematian pilot militernya, Moaz al-Kasasbeh, dengan cara yang keras.

Lewat video yang diyakini keasliannya, Letnan Moaz al-Kasasbeh dieksekusi mati oleh Islamic State atau ISIS dengan cara dibakar hidup-hidup.

Moaz al-Kasasbeh, berusia 26 tahun, ditangkap oleh militan ISIS pada tanggal 24 Desember 2014 setelah jet tempur F-16 yang diterbangkannya jatuh di Suriah Utara. Saat itu ia sedang terlibat dalam operasi militer menyerang ISIS yang dipimpin AS.


Raja Abdullah II tegaskan, kematian Moaz di tangan militan tidak akan sia-sia. Pernyataan ini dilontarkan Raja setelah menggelar pertemuan pentingn dengan kepala keamanan.

Raja Abdullah sebelumnya juga mempersingkat perjalanannya di Amerika Serikat sehari setelah ISIS mempublikasi video eksekusi mati yang keji itu. Video itu diduga dibuat satu bulan lalu.

Raja disambut oleh kerumunan ribuan orang di bandara utama Yordania sekembalinya dari Amerika Serikat. Massa memegang gambar raja dan bendera negara untuk menunjukkan dukungan.

Setelah eksekusi mati pilot mereka dipublikasikan, Yordania yang geram langsung mengeksekusi mati dua terpidana, termasuk wanita anggota ISIS calon pembom bunuh diri, Sajida al-Rishawi. Perempuan berkebangsaan Irak ini sempat hendak dijadikan ISIS sebagai barter Moaz al-Kasasbeh.

Al Jazeera melaporkan, Yordania telah berjanji untuk meningkatkan perannya dalam koalisi internasional melawan ISIS.

Setelah pertemuan dengan kepala keamanan, kantor berita AFP mengutip pernyataan sang raja.

"Darah martir Moaz al-Kasasbeh tidak akan sia-sia. Respon dari Yordania dan tentaranya setelah apa yang terjadi pada anak kami tercinta akan sangat keras," ujar Raja Abdullah II. [ald]

Populer

Jaksa Belum Yakin Hasil Forensik Ijazah Jokowi

Rabu, 06 Mei 2026 | 18:31

Indonesia Menuju Gelap

Minggu, 03 Mei 2026 | 06:50

Sikap Dudung Pasang Badan Bela Seskab Teddy Berlebihan

Rabu, 06 Mei 2026 | 03:39

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Nama Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terseret di Dakwaan Bos Blueray Cargo

Rabu, 06 Mei 2026 | 17:16

Sikap Adem Ayem Seskab Teddy Mencurigakan

Selasa, 05 Mei 2026 | 02:06

KPK Dalami Peran Haji Her dan Suryo di Skandal Cukai Rokok

Jumat, 01 Mei 2026 | 20:51

UPDATE

Rano: Pendidikan Harus Memerdekakan Manusia

Jumat, 08 Mei 2026 | 00:05

Car Free Day di Rasuna Said Digelar Perdana 10 Mei

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:34

Kasus Pemukulan Waketum PSI Bro Ron Berujung Damai

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:12

Kali Kukuba di Halmahera Timur Diduga Tercemar Limbah PT FHT

Kamis, 07 Mei 2026 | 23:00

Pemerintah Bebaskan Pajak Restrukturisasi BUMN

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:39

Negara Disebut Kehilangan Ratusan Triliun dari Bisnis Sawit

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:15

Akper Husada Naik Kelas Jadi STIKES

Kamis, 07 Mei 2026 | 22:06

Dugaan Jual Beli Jabatan Pemkab Cianjur Bisa Rusak Meritokrasi

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:27

DPR Usul 1 Puskesmas Punya 1 Psikolog

Kamis, 07 Mei 2026 | 21:04

New Media Merasa Dicatut, DPR Minta Bakom Lebih Hati-hati

Kamis, 07 Mei 2026 | 20:50

Selengkapnya