Berita

joko widodo/net

Politik

Jokowi Terlalu Hati-hati dalam Keadaan Darurat

RABU, 04 FEBRUARI 2015 | 04:29 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Presiden Joko Widodo (Jokowi) harus segera mengambil sikap tegas untuk menghentikan konflik KPK dengan Polri yang sudah berpotensi menghancurkan kedua institusi penting bangsa itu.

Jika kedua lembaga itu sibuk berseteru dan hancur, akan menghasilkan lemahnya pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Presiden Jokowi dikenal tegas dalam mengambil keputusan yang berkaitan dengan rakyat. Terlihat ketika Presiden Jokowi mengumumkan secara langsung perihal kenaikan harga bahan bakar minyak. Kenapa saat ini Jokowi terkesan terlalu berhati-hati, padahal keadaannya sudah darurat," kata Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi.
 

 
Menurut Jajat, apapun yang menjadi keputusan presiden terkait konflik KPK dan Polri bisa dijadikan acuan untuk menghindari kehancuran dua lembaga hukum tersebut. Sebaliknya, jika konflik terus dibiarkan berlarut-larut akan berdampak tidak baik bagi Jokowi karena dianggap gagal melindungi dua instansi penegak hukum.

"Adanya tanggapan positif dari DPR yang akan menerima apapun keputusan Presiden terkait jadi atau tidaknya pelantikan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri merupakan kekuatan besar bagi Presiden," jelasnya.

Secara politik pun presiden sudah kuat karena pihak oposisi juga telah menyatakan dukungannya.

"Jika demikian kenapa harus ditunda lagi keputusan yang akan dikeluarkan. Cepat bertindak, sebelum KPK benar-benar bubar," tutup Jajat. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya