Berita

alm. taufiq kiemas/net

Politik

Mengisi Ruang Kosong yang Ditinggalkan Taufiq Kiemas

SENIN, 02 FEBRUARI 2015 | 18:58 WIB | OLEH: DR. TEGUH SANTOSA

KEBERANIAN Puan Maharani duduk satu meja dengan tokoh-tokoh kunci Koalisi Merah Putih (KMP) dalam sebuah resepsi pernikahan kemarin (Minggu, 1/2) patut dipuji dan diapresiasi.

Bagaimanapun juga pertemuan tersebut memberikan gambaran yang lebih optimistis tentang masa depan politik Indonesia, terlepas dari anggapan bahwa pertemuan itu mengandung pesan tersembunyi untuk Joko Widodo, bos Puan Maharani di pemerintahan.

Puan Maharani terlihat duduk bersama Prabowo Subianto, Hatta Rajasa, Aburizal Bakrie, Anis Matta, dan Fachri Hamzah. Airmukanya tidak memperlihatkan keraguan, bahasa tubuhnya pun tidak canggung.


Duduk semeja dengan mantan seteru memang bukan hal mudah, apalagi setelah KMP dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) terlibat dalam pertarungan yang begitu panas di arena Pilpres 2014, yang dilanjutkan di arena pemilihan pimpinan DPR RI dan MPR RI.

Terlepas dari motif politik lain yang dia punya, namun pertemuan dengan tokoh-tokoh kunci itu memperlihatkan Puan Maharani berhasil menyingkirkan kesan kaku dan tidak komunikatif yang selama ini disematkan banyak kalangan (terutama di luar PDIP) pada dirinya.

Publik juga mendapatkan pesan yang lebih elegan, bahwa pertarungan atau kompetisi politik hanya persoalan membanding-bandingkan pilihan kawan.

Penampilan Puan Maharani di tengah tokoh-tokoh kunci KMP juga menjawab kerinduan banyak orang pada sosok almarhum Taufiq Kiemas.

Di tengah jalan yang rasa-rasanya hampir buntu ketika KMP dan KIH bertarung memperebutkan posisi-posisi strategis di negeri ini, tidak sedikit yang mengharapkan sosok Taufiq Kiemas yang meninggal dunia bulan Juni 2013 lalu kembali hadir di tengah kita untuk meneduhkan suasana.

Taufiq dikenal sebagai politisi senior yang tak sungkan menerabas batas antara kelompok politik. Sikapnya yang ramah dan mau berdialog dengan siapa saja menjadi salah satu kunci stabilitas politik di tanah air pasca Orde Baru.

Tak terlalu mewah kiranya bila kini publik berharap Puan Maharani mau mempertahankan achievement di hari Minggu itu, mengisi ruang kosong yang ditinggalkan Bang Taufiq.

Gaya berpolitik seperti inilah yang kita butuhkan untuk menghilangkan sekat artifisial yang sekarang sedang dibangun politisi kita. [***]

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

UPDATE

Selamatkan Aset Negara, UIN Jakarta Jalankan Integrasi SMA/SMK Triguna

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:16

KPK Sita Uang Rp1 Miliar Lebih dan Puluhan Kg Platinum Hasil Korupsi Bupati Langkat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 02:00

UI Angkat Bicara soal Kajian LGBT Mahasiswa, Begini Tanggapannya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:48

Kronologi OTT Bupati Langkat, Mantan Anggota DPRD Sumut jadi Kurir Uang Suap

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:32

Badko HMI Sulbar Siap Kawal Kasus Kapolres Pasangkayu

Sabtu, 04 Juli 2026 | 01:16

Bupati Langkat juga Terima Cuan Jual Beli Jabatan Camat hingga Kepsek, Segini Nilainya

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:56

Sinergi Kemensos-ITB Visi Nusantara Serap Lulusan Sekolah Rakyat

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:37

Bupati Langkat Diduga Minta Fee 17 Persen ke Timses Usai Raup Proyek Rp10,2 Miliar

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:12

Arief Poyuono Apresiasi Danantara Gandeng KPK Bersih-bersih BUMN

Sabtu, 04 Juli 2026 | 00:03

Bupati Langkat Syah Afandin dan Tim Sukses Tersandung Kasus Suap

Jumat, 03 Juli 2026 | 23:48

Selengkapnya