Berita

Hukum

Sidang Molor, Ratusan Remaja dan Cewek Seksi Padati PN Jaksel

SENIN, 02 FEBRUARI 2015 | 11:52 WIB | LAPORAN:

Ratusan  massa pendukung Komjen Pol Budi Gunawan tampak memadati area Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, siang ini (Senin, 2/2).

Massa dari masyarakat timur itu datang dengan menggunakan puluhan metromini yang saat ini terparkir di sepanjang Jalan Ampera Raya, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sambil berorarasi, mereka membentangkan beberapa spanduk.  

"Alat bukti penetapan Budi Gunawan tidak sah, seret Abraham Samad dan Bambang Widjajanto," teriak salah satu orator melalui pengeras suara dari atas mobil bak terbuka di depan PN Jaksel.


Bukan cuma didominasi para remaja dan pemuda dewasa, aksi membela mantan ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri itu juga diramaikan oleh beberapa perempuan muda berdandan seksi dengan ikat kepala bertuliskan "Save Polri".

Salah seorang dari mereka meminta agar PN Jaksel melihat kasus yang menyeret Budi Gunawan dengan jernih.

Pantauan Kantor Berita Politik RMOL, salah satu kelompok massa yang mengaku dari Pembela Persatuan Tanah Air (Pekat) berhasil masuk ke area dalam halaman kantor pengadilan PN Jaksel. Sebanyak satu unit mobil water canon dan tiga unit barracuda juga telah disiagakan.

Akibat aksi massa ini menyebabkan kemacetan panjang di area Jalan Ampera.

Hingga berita ini diturunkan, sidang  praperadilan Budi Gunawan dengan nomor perkara 04/pid/prap/2015/PN Jakarta Selatan yang dipimpin hakim Sarpin Rizaldi belum jua dimulai. Padahal, sidang dijadwalkan mulai pukul 9 pagi.

Seperti diberitakan, KPK menetapkan Budi Gunawan sebagai tersangka tak lama setelah Presiden Joko Widodo menyerahkan nama mantan ajudan Presiden kelima RI Megawati Soekarnoputri itu ke Dewan Perwakilan Rakyat. Ia dijerat Pasal 12 huruf a atau b, Pasal 5 ayat 2, Pasal 11 atau 12 B UU Tindak Pidana Korupsi.[wid]

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

Dianggap Sakit Jiwa, Ini Jawaban KPK Soal Tuntutan Ringan Bos Blueray

Jumat, 26 Juni 2026 | 14:45

UPDATE

RT/RW Didorong Jadi Garda Terdepan Pencegahan Narkoba

Senin, 06 Juli 2026 | 14:25

PKS Minta Kader di Daerah Dorong Perda Larang Kampanye LGBTQ

Senin, 06 Juli 2026 | 14:23

Bantah Isu PHK, Agrinas Palma Klaim Bakal Rekrut Lebih dari 20 Ribu Pekerja

Senin, 06 Juli 2026 | 14:13

Israel Berambisi Ciptakan Senjata Laser untuk Perang Antariksa

Senin, 06 Juli 2026 | 13:59

66 Negara Ini Melarang Homoseksual, Termasuk Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 13:57

Perpres soal LGBTQ Sejalan dengan Aspirasi Mayoritas Rakyat

Senin, 06 Juli 2026 | 13:51

Kubu Jokowi Nilai Praperadilan Kedua Roy Suryo Upaya Mengulur Persidangan

Senin, 06 Juli 2026 | 13:49

Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekosistem Ekonomi Perempuan di Jawa Tengah

Senin, 06 Juli 2026 | 13:40

Kudeta Halus terhadap Calon Presiden

Senin, 06 Juli 2026 | 13:36

Tersangka Pemberi Suap Bupati Langkat Masih di Rutan Polda Sumut, KPK Perkuat Bukti

Senin, 06 Juli 2026 | 13:27

Selengkapnya