Berita

rieke diah pitaloka/net

Politik

Rieke: Jokowi Tidak Sendiri, Kami Tidak Tinggalkan Nawa Cita!

SABTU, 31 JANUARI 2015 | 14:25 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kader PDI Perjuangan di DPR RI harus mengawal pemerintahan dan arahkan APBN Perubahan 2015 sesuai Nawa Cita (sembilan program prioritas) dan visi misi Pilpres Joko Widodo-Jusuf Kalla.

"Rapat pimpinan fraksi dan Komisi PDI Perjuangan hari Jumat kemarin, merupakan penegasan kembali instruksi Ketua Umum PDI Perjuangan. Tidak boleh ditawar, harus dipatuhi. Setiap anggota fraksi adalah perpanjangan fraksi, dan fraksi adalah perpanjangan tangan partai. Titik," kata politisi PDIP di DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, dalam keterangan persnya (Sabtu, 31/1).

Dia menekankan bahwa program-program yang diajukan Kementerian dan Lembaga harus sesuai dengan Nawa Cita dan visi misi Pilpres. Ia membantah pemberitaan yang menyebut Koalisi Indonesia Hebat (KIH) mengganjal anggaran pemerintahan Jokowi.


Menurut dia, Nawa Cita yang detailnya ada di visi misi Pilpres seharusnya jadi politik anggaran Kementerian dan Lembaga juga, bukan hanya jadi cita-cita yang diperjuangkan parlemen. Namun, pergantian menteri dan kepala badan bukan berarti pergantian Sekjen, para eselon 1 dan 2, bagian perencanaan di kementerian itu.

"Paling tidak kalaupun tidak ganti orang, sudah berapa Kementrian dan Lembaga yang menyelenggarakan Revolusi Mental bagi para birokrat, termasuk merevolusi program agar sesuai dengan Nawacita dan visi misi Pilpres?" ujar Rieke.

Ia menyaranhkan Bappenas dan Kemenkeu mengarahkan kementerian dan lembaga di bawahnya agar sesuai upaya pewujudan Nawa Cita dan visi misi Pilpres. Sampaikan ke publik, apa perbedaan yang signifikan dari pemerintahan Jokowi dan sebelumnya. Karena, program dan anggaran yang tertuang di APBN 2015 adalah usulan kebijakan politik pemerintah SBY.

Menurutnya, jika ada program dari kementerian dan lembaga yang diajukan pada masa Pemerintahan SBY yang sesuai, senafas dgn percepatan perwujudan Nawa Cita dan visi misi Pemerintahan Jokowi, tak jadi tabu juga bila dilanjutkan.

Dan ditekankannya, semua Kementerian dan Lembaga jangan pernah ada yang meninggalkan Nawa Cita Jokowi.

"Jokowi tidak sendiri. Kami tidak tinggalkan Nawa Cita," tambahnya. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Harga Minyak Dunia Merangkak Naik ke 93 Dolar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:17

TransNusa dan Tourism Malaysia Ajak Media Eksplorasi Penang, Perlis hingga Langkawi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:57

Rupiah Perpanjang Tren Positif di Jumat Pagi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:51

Strategi Mendapatkan Libur Panjang Saat Peringatan Maulid Nabi 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:46

OTT Rektor Unsoed, KPK Tangkap 14 Orang dan Amankan Uang Ratusan Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:35

IHSG Naik ke 6.526,30, Saham Mayoritas Menguat

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:20

Salah Paham tentang Kembali ke UUD 1945

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:06

Kebutuhan Pangan Pengungsi NTT Dipastikan Terpenuhi, Stok Beras 39 Ribu Ton

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:00

Bursa Asia Merah Tergusur Sentimen Wall Street

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:58

Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed Diduga Terkait Korupsi PMB

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:49

Selengkapnya