Berita

ilustrasi/net

Politik

Mbak Rachma: Terjadi Insubordinasi di Tubuh Polri

JUMAT, 30 JANUARI 2015 | 12:43 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Sikap beberapa perwira tinggi Polri yang mangkir dalam panggilan pemeriksaan dalam kasus Komjen Budi Gunawan di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan pembangkangan terhadap atasan mereka.

"Ini preseden buruk bagi institusi Polri ke depan, karena telah memberikan contoh tidak baik melawan atasan mereka, Plt (pelaksana tugas) Kapolri (Komjen Badrodin Haiti)," kata politisi senior, Rachmawati Soekarnoputri, kepada wartawan, Jumat (30/1).

Beberapa hari lampau diberitakan bahwa Wakil Kepala Polri yang juga Plt Kepala Polri, Komjen Badrodin Haiti, telah memerintahkan tiga perwira kepolisian untuk hadir sebagai saksi dugaan suap Komjen Budi Gunawan alias BG di KPK.


Selain memerintahkan anggotanya untuk hadir memenuhi pemeriksaan KPK, Badrodin juga berharap anggotanya yang dipanggil mempersiapkan diri. Namun nyatanya, tetap saja tiga perwira tinggi polisi itu tidak memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik KPK.

Terkait itu, Rachmawati yang biasa disapa Mbak Rachma, menilai ada unit-unit kepolisian yang melakukan pembangkangan terhadap Wakapolri yang juga Plt Kapolri.

"Yang perlu diwaspadai unit-unit yang nampaknya sudah dikuasai BG, adalah Bareskrim dan Propam. BG adalah mantan Kepala Divisi Propam Polri. Ini sudah melakukan insubordinasi atau pembangkangan terhadap atasan yaitu Plt Kapolri," ujarnya.

Karena itu, Mbak Rachma memaklumi pernyataan pakar kepolisian yang juga anggota Tim Independen kasus KPK Vs Polri, Bambang Widodo Umar, yang menyarankan KPK meminta bantuan TNI dalam penjemputan paksa para anggota Polri yang tidak hadir tanpa alasan jelas dalam proses hukum di KPK.

"Nampaknya ia (Bambang Widodo) mengendus Propam tidak akan berani jemput paksa orang-orangnya BG," katanya

Putri Bung Karno ini juga menyesalkan ketidakhadiran BG dalam rencana pemeriksaan hari ini di KPK.

"Belum berkuasa saja sudah abuse of power. Bagaimana kalau jadi Kapolri? Betul kan BG mangkir? Kalau tiga kali mangkir, siapa mau panggil paksa?" tutupnya. [ald]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Ambang Batas Parlemen Moderat Cukup 2,5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 20:04

Eks Kepala PPATK: Demutualisasi BEI Kebutuhan Mendesak, Faktor Pertemanan Permudah Penyimpangan

Senin, 02 Februari 2026 | 19:50

Ribuan Warga Kawanua Rayakan Natal dan Tahun Baru dengan Nuansa Budaya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Catat! Ini 9 Sasaran Operasi Keselamatan Jaya 2026 dan Besaran Dendanya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Prabowo Terima Dirut Garuda dan Petinggi Embraer di Istana, Bahas Apa?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:41

Menkeu Purbaya Singgung Saham Gorengan Saat IHSG Anjlok, Apa Itu?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:29

Alur Setoran Kades dan Camat ke Sudewo Ditelisik KPK

Senin, 02 Februari 2026 | 19:23

Horor Sejarah Era Jim Crow

Senin, 02 Februari 2026 | 19:14

10 Surat Tanah yang Tidak Berlaku Lagi mulai Februari 2026

Senin, 02 Februari 2026 | 19:12

5 Takjil Khas Daerah Indonesia Paling Legendaris

Senin, 02 Februari 2026 | 18:53

Selengkapnya