Berita

Bisnis

Perbankan Nasional Terancam Tergerus Bank Asing

KAMIS, 29 JANUARI 2015 | 15:17 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Selain pemberian penyertaan modal negara (PMN), pemerintah perlu mewujudkan konsolidasi antar bank BUMN agar Indonesia bisa memiliki bank berskala besar yang memiliki daya saing dengan bank asing.

Indonesia akan semakin dijajah oleh bank-bank asal Malaysia dan Singapura, jika tidak memiliki bank berskala regional yang masuk kategori Qualified ASEAN Bank (QAB). Pasalnya, bank-bank yang masuk kategori QAB, akan dibebaskan dan diberi keleluasaan untuk berekspansi ke negara-negara ASEAN tanpa ada pembatasan sama sekali.

Saat ini, meski QAB belum diberlakukan, bank-bank asal Malaysia dan Singapura telah memiliki banyak jaringan kantor di Indonesia. Sebut saja, Bank CIMB Niaga yang memiliki 968 jaringan, BII 426 kantor, Bank Danamon 1.509 jaringan, UOB Buana sebanyak 215 cabang, dan OCBC NISP 334 cabang. CIMB Niaga bahkan mencanangkan visi menjadi perusahaan ASEAN terkemuka dengan misi menyediakan layanan perbankan universal di Indonesia, dengan kinerja unggul di kawasan ASEAN dan mendukung percepatan integrasi ASEAN.


Sedangkan di Indonesia, Bank Mandiri sebagai bank terbesar dipersulit untuk membuka cabang di Malaysia. Selama lima tahun izin prosesnya telah diajukan, namun tidak ditanggapi.

Ketua Program Studi Magister Perencanaan dan Kebijakan Publik FE-UI, Telisa Aulia Falianty, mengatakan, pemerintah dan DPR perlu mendorong adanya wakil bank asal Indonesia yang bisa masuk kategori QAB, dengan memperbesar modal bank BUMN agar bisa bersaing dengan bank-bank regional. Dengan modal yang dimiliki saat ini sebesar Rp 93 triliun, Bank Mandiri membutuhkan sedikit modal lagi untuk bisa masuk kategori QAB dan menjadi wakil Indonesia.

"Dengan adanya PMN, Bank Mandiri bisa menjadi bank regional yang besar di Asia Tenggara," kata Telisa dalam keterangan kepada wartawan, Kamis (29/1).

Telisa menuturkan, dipilihnya Bank Mandiri untuk mendapatkan PMN lebih karena pertimbangan aset yang terbesar.

Sementara, Anggota Komisi XI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan, Andreas Eddy Susetyo, mengatakan, alokasi PMN untuk Bank Mandiri sebesar Rp 5,6 triliun masih terlalu sedikit untuk menjadikannya QAB. Andreas menilai pemerintah juga perlu mewujudkan konsolidasi antar-bank BUMN, agar Indonesia bisa memiliki bank berskala besar yang ukurannya mendekati Maybank.

"Jadi poinnya bagaimana arah pengembangan bank yang dimiliki pemerintah itu untuk menghadapi MEA. Kita harus betul-betul bisa memiliki bank regional yang kuat, itu yang kita perlukan. Kalau hanya Rp 9 triliun (rights issue), itu sangat kurang untuk menjadikan Bank Mandiri sebagai QAB," terang dia.

Senada juga dikatakan oleh anggota DPR, Ecky Muharram, dari Fraksi PKS. Menurut dia, Indonesia harus mempunyai bank BUMN yang kuat.

"Artinya, tidak cukup hanya dengan menyuntik modal, harus ada beberapa mapping yang serupa. Misal Bank Mandiri dengan BNI kan serupa nasabah dan pangsa pasarnya. Itu harus dikonsolidasikan," terangnya. [ald] 

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Harga Minyak Dunia Merangkak Naik ke 93 Dolar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:17

TransNusa dan Tourism Malaysia Ajak Media Eksplorasi Penang, Perlis hingga Langkawi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:57

Rupiah Perpanjang Tren Positif di Jumat Pagi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:51

Strategi Mendapatkan Libur Panjang Saat Peringatan Maulid Nabi 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:46

OTT Rektor Unsoed, KPK Tangkap 14 Orang dan Amankan Uang Ratusan Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:35

IHSG Naik ke 6.526,30, Saham Mayoritas Menguat

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:20

Salah Paham tentang Kembali ke UUD 1945

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:06

Kebutuhan Pangan Pengungsi NTT Dipastikan Terpenuhi, Stok Beras 39 Ribu Ton

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:00

Bursa Asia Merah Tergusur Sentimen Wall Street

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:58

Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed Diduga Terkait Korupsi PMB

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:49

Selengkapnya