Berita

Politik

Mbak Rachma: Jokowi Harus Copot Dua Budi Biang Kerok Kericuhan Polri VS KPK

SABTU, 24 JANUARI 2015 | 12:30 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Proses peralihan kepemimpinan di tubuh Polri masih mengundang sejumlah pertanyaan meski ada hak prerogatif presiden di dalamnya.

Yang jadi pertanyaan, mengapa penggantian Kepala Polri harus dilakukan mendadak padahal masa aktif Jenderal Sutarman masih 10 bulan lagi. Pemberhentian Sutarman ini terbilang mendadak, bahkan Sutarman sendiri tidak pernah diajak bicara oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Hal ini juga mendapat kritik dari para mantan petinggi Polri, salah satunya mantan Waka Polri, Komjen (Purn) Oegroseno.

Selain pergantian Kapolri yang mendadak, perhatian publik juga menyorot pergantian Kepala Bareskrim dari Komjen Suhardi Alius kepada Irjen Budi Waseso. Pergantian ini dilakukan setelah penetapan Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri ditunda oleh Presiden Jokowi karena tersangkut kasus korupsi. Apalagi ada tuduhan "pengkhianat" yang dilontarkan Kabareskrim yang baru.


"Salahnya apa sih kok tiba-tiba Jenderal Sutarman dan Kabareskrim Suhardi diganti?" ungkap politisi senior Rachmawati Soekarnoputri dalam pesan singkat kepada wartawan, Sabtu (24/1).

Menurut politisi yang biasa disapa Mbak Rachma ini, sekarang makin terang benderang bahwa Komjen Budi Gunawan dengan "kekuatan" yang dimilikinya, apalagi merasa dibeking Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, membersihkan orang-orang yang dianggap jadi ganjalannya menuju kursi Kapolri.

"Membersihkan orang-orang yang dianggap jadi ganjalan memuluskan jalan jadi Kapolri, mengacak-acak internal Polri. Konon kalangan polisi juga tahu siapa yang bangun Bareskrim dan Lemdikpol, dan orang tahu siapa pengganti Kabareskrimnya," ungkap Rachmawati.

Budi Gunawan dan Budi Waseso juga disebutnya sebagai intelektual aktor dan operator dalam penangkapan Wakil Ketua KPK, Bambang Widjojanto, kemarin, yang berujung protes keras masyarakat.

"Rakyat harus selamatkan Polri dari oknum-oknum yang jadi perpanjangan tangan kaum profitur, dan Jokowi harus copot dua Budi biang kerok kericuhan Polri dan KPK yang adalah sesama penegak hukum," tegas putri proklamator Bung Karno ini. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya