Berita

joko widodo/net

Politik

Mengapa Sikap Netral Jokowi Sama Sekali Tidak Berguna?

SABTU, 24 JANUARI 2015 | 07:45 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Reaksi Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap skandal penangkapan Bambang Widjoyanto (BW) memang sangat singkat, normatif, dan mencoba untuk fair kepada kedua institusi penegak hukum baik Polri maupun KPK.

Menurut pengamat politik senior, Muhammad AS Hikam, pernyataan Jokowi di Istana Bogor kemarin itu keluar setelah ia hanya punya sangat sedikit waktu merenung dan mencerna permasalahan yang sangat mendadak, tetapi mempunyai ramifikasi politik dan sosial serta keamanan pada tataran nasional.

"Dalam kondisi dan situasi demikian, saya melihat reaksi dan respons singkat tersebut wajar, karea beliau hanya memberi sinyal kepada rakyat Indonesia bahwa Beliau peduli dan tidak reaktif," ungkap Hikam dalam halaman facebook-nya menanggapi berita di kantor berita ini tentang pernyataan Jokowi (klik disini).


Kendati demikian, lanjut Hikam, Jokowi tidak patut bertahan dengan "normativisme", mengingat skandal tersebut nyaris sulit dianggap sebagai peristiwa hukum biasa.

Menurut pakar politik jebolan University of Hawaii ini, peristiwa penangkapan BW adalah sebuah manifestasi sebuah "politik balas dendam" dan "balas dendam politik," terkait kasus calon Kapolri yang melibatkan petinggi Polri, khususnya Komjen Budi Gunawan, Istana, PDIP, KIH, KMP, dan tentu saja KPK.

"Jika hanya dilihat dari segi legal formal biasa, penangkapan tersebut minimal janggal tetapi maksimal merupaka sebuah pelanggaran hukum yang vulgar," tegasnya.

Dia juga yakin skandal ini adalah ekspresi kemarahan dari sementara oknum petinggi di Polri yang kemudian mengintimidasi KPK melalui "kasus sumpah palsu" Pilkada Kotawaringin Barat pada 2010. Kasus intimdasi seperti ini sudah pernah terjadi dua kali sebelumnya, yang terkenal dengan "Cicak vs Buaya ke 1 dan ke 2".

Karena itu ia mendesak Jokowi bertindak tegas dan "tidak netral". Maksudnya, Jokowi mesti memihak kepada KPK.

"Sikap fair dan netral sama sekali tidak relevan untuk menyikapi skandal ini, karena pihak yang menangkap dan menahan BW tidak memiliki landasan legal dan moral yang kuat, tetapi sekadar kekuasaan brutal yang dipaksakan," ungkap dia sambil menyebut penangkapan BW persis aksi Densus 88 menyergap kawanan teroris bersenjata dan sangat berbahaya.

Dia juga yakin, sikap "tidak netral" Jokowi dalam menghadapi skandal ini adalah sikap yang bisa dipertanggungjawabkan secara etis, politis, dan legal. Apalagi, rakyat sedang menunggu Jokowi bersikap tegas dalam memberantas korupsi.

"Sikap menunda dengan alasan fair dan netral dalam menghadapi skandal yabg memalukan bangsa dan negara ini harus ditinggalkan," pungkas Hikam. [ald]

Populer

Dosen Unikama Kecewa, Lima Bulan Kampus Dikuasai Kelompok Tak Dikenal

Jumat, 30 Januari 2026 | 02:25

Kasus Hogi Minaya Dihentikan, Komisi Hukum DPR: Tak Penuhi Unsur Pidana

Rabu, 28 Januari 2026 | 17:07

Hologram di Ijazah UGM Jadi Kuncian Mati, Jokowi Nyerah Saja!

Senin, 26 Januari 2026 | 00:29

Wanita di Medan Terima Vonis 2 Tahun Usai Gunakan Data Orang Lain untuk Pengajuan Kredit

Jumat, 30 Januari 2026 | 16:50

Jokowi Butuh Perawatan Kesehatan Super Intensif

Jumat, 30 Januari 2026 | 00:41

Rektor UGM Bikin Bingung, Jokowi Lulus Dua Kali?

Rabu, 28 Januari 2026 | 22:51

KPK Amankan Dokumen dan BBE saat Geledah Kantor Dinas Perkim Pemkot Madiun

Rabu, 28 Januari 2026 | 11:15

UPDATE

Ambang Batas Parlemen Moderat Cukup 2,5 Persen

Senin, 02 Februari 2026 | 20:04

Eks Kepala PPATK: Demutualisasi BEI Kebutuhan Mendesak, Faktor Pertemanan Permudah Penyimpangan

Senin, 02 Februari 2026 | 19:50

Ribuan Warga Kawanua Rayakan Natal dan Tahun Baru dengan Nuansa Budaya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Catat! Ini 9 Sasaran Operasi Keselamatan Jaya 2026 dan Besaran Dendanya

Senin, 02 Februari 2026 | 19:45

Prabowo Terima Dirut Garuda dan Petinggi Embraer di Istana, Bahas Apa?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:41

Menkeu Purbaya Singgung Saham Gorengan Saat IHSG Anjlok, Apa Itu?

Senin, 02 Februari 2026 | 19:29

Alur Setoran Kades dan Camat ke Sudewo Ditelisik KPK

Senin, 02 Februari 2026 | 19:23

Horor Sejarah Era Jim Crow

Senin, 02 Februari 2026 | 19:14

10 Surat Tanah yang Tidak Berlaku Lagi mulai Februari 2026

Senin, 02 Februari 2026 | 19:12

5 Takjil Khas Daerah Indonesia Paling Legendaris

Senin, 02 Februari 2026 | 18:53

Selengkapnya