Berita

abraham samad/net

Politik

KPK Terancam, Abraham Samad Sendiri yang Harus Mengklarifikasi!

KAMIS, 22 JANUARI 2015 | 18:46 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Dituding PDI Perjuangan melakukan manuver politik jelang Pilpres 2014, posisi Ketua KPK, Abraham Samad, benar-benar sedang runyam saat ini.

Kontroversi saat ini langsung menohok kredibilitas Samad sebagai pribadi dan bisa saja menyeret reputasi KPK di mata rakyat. Kali ini pertaruhan Samad sangat besar karena ia dituding sebagai pihak yang menyalahgunakan posisinya sebagai Ketua KPK untuk kepentingan politik terkait Pilpres 2014.

Demikian ditulis ilmuwan politik, Muhammad AS Hikam, dalam akun facebooknya beberapa saat lalu (Kamis petang, 22/1).


Nama Samad sudah marak disebut sebagai salah satu calon pasangan Joko Widodo dalam Pilpres 2014, selain Jusuf Kalla. Selama ini tidak ada persoalan apapun yang muncul, tetapi "ujug-ujug" menjadi topik utama wacana publik setelah polemik calon Kapolri terjadi.

"Samad diberitakan melakukan lobi-lobi politik dengan PDIP, suatu hal yang jika benar akan mencoreng namanya dan bisa dipakai memojokkan KPK sebagai lembaga yang tercemar politisasi," ungkap Hikam.

Dia sayangkan Samad belum memberi jawaban atas tuduhan yang sudah beredar, terutama yang datang dari pelaksana tugas Sekjen PDIP, Hasto Krisianto, yang mengamini adanya pertemuan antara Samad dengan PDIP termasuk dengan dirinya (Baca: Abraham Samad Utus Johan KPK Bantah Pernyataan Hasto Cs)

"Anehnya, Andi Wijayanto yang notabene adalah orang dekat Jokowi, malah menolak kemungkinan adanya pertemuan tersebut. Inilah yang makin membuat masalah ruwet dan memerlukan klarifikasi Samad," tegas Hikam. (Baca: Andi Widjajanto: Tak Mungkin Abraham Samad Bertemu Elite PDIP)

Menurut dia, klarifikasi Samad sangat penting karena setidaknya versi dari sang tertuduh bisa diketahui publik. Juga, Samad bisa menghindarkan KPK ikut terseret dalam kekacauan karena polemik dan plintiran yang akan makin banyak.

Katanya, kredibilitas KPK sebagai lembaga tentu ikut dipertaruhkan dan jauh lebih besar implikasinya. Bukan hanya terkait masalah calon Kapolri, tetapi juga pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Jangan sampai masalah pribadi Abraham Samad ini menjadi tanggung jawab dan beban KPK dan segera harus dipisahkan. Samad harus segera mengklarifikasi tudingan tersebut baik secara legal maupun secara etis," pinta Hikam..

"Pihak yang ingin melemahkan KPK tentu sudah siap dengan berbagai strategi dan taktik mereka. Dan Abraham Samad jangan sampai menjadi pintu masuk bagi upaya tersebut," tegasnya. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Harga Minyak Dunia Merangkak Naik ke 93 Dolar AS

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:17

TransNusa dan Tourism Malaysia Ajak Media Eksplorasi Penang, Perlis hingga Langkawi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:57

Rupiah Perpanjang Tren Positif di Jumat Pagi

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:51

Strategi Mendapatkan Libur Panjang Saat Peringatan Maulid Nabi 2026

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:46

OTT Rektor Unsoed, KPK Tangkap 14 Orang dan Amankan Uang Ratusan Juta

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:35

IHSG Naik ke 6.526,30, Saham Mayoritas Menguat

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:20

Salah Paham tentang Kembali ke UUD 1945

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:06

Kebutuhan Pangan Pengungsi NTT Dipastikan Terpenuhi, Stok Beras 39 Ribu Ton

Jumat, 21 Agustus 2026 | 09:00

Bursa Asia Merah Tergusur Sentimen Wall Street

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:58

Terjaring OTT KPK, Rektor Unsoed Diduga Terkait Korupsi PMB

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:49

Selengkapnya