Berita

ilustrasi/net

Menteri Desa Minta Karawang Cegah Konversi Lahan Tani

RABU, 21 JANUARI 2015 | 23:04 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kabupaten Karawang dikenal sebagai daerah lumbung padi. Posisi ini penting untuk menjaga ketahanan pangan nasional, sekaligus mewujudkan target pemerintahan Joko Widodo agar Indonesia bisa swasembada pangan dalam tiga tahun ke depan.

Karena itu, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Menteri Desa) Marwan Jafar meminta Pemerintah Kabupaten Karawang menghindari konversi lahan tani menjadi daerah industri.

"Karawang ini penting dalam menopang ketahanan pangan nasional. Cegah terjadinya konversi lahan tani. Ini untuk menyesuaikan dengan target Presiden Jokowi agar tiga tahun ke depan Indonesia bisa swasembada pangan," ujarnya saat blusukan ke Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Rabu (21/1).


Menurut Marwan, terdapat 40 ribu hektar sawah teknis dan 87 ribu hektar sawah non teknis di Karawang yang membuat kabupaten ini surplus beras. Jumlah tersebut harus dijaga dan tidak dikonversi guna mendukung ketahanan pangan nasional.

"Pemerintah kabupaten jangan sembarangan bikin izin ke perusahaan. Bappeda Karawang juga harus buat tata  ruang yang komprehensif agar lahan tani tidak menyusut," jelas Marwan yang didampingi Plt. Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana.

Dalam kesempatan tersebut, Marwan menggelar dialog dengan 60 kepala desa se-Karawang di kantor Kepala Desa Duren, Kecamatan Klari. Sebelumnya, dia juga blusukan ke Pasar Kosambi, Klari. Kemudian menghadiri penyerahan corporate social responsibility (CSR) dari PT Chang Shin kepada warga Desa Gintung Kerta. [ald]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

UPDATE

Tumbuhkan Mimpi Puluhan Anak Nelayan Cilincing Lewat Nobar Film

Senin, 14 September 2026 | 03:18

Sejumlah Alutsista TNI Gercep Sisir Korban KM Virgo Transport 8

Senin, 14 September 2026 | 02:55

Kesehatan di Tepi Republik

Senin, 14 September 2026 | 02:29

Ekonomi Batam Tumbuh 7,28 Persen Bukti Kepercayaan Dunia Usaha Terus Menguat

Senin, 14 September 2026 | 01:54

Terpilih jadi Ketum HPK Kosgoro 1957, Eric Hermawan Langsung Tancap Gas Konsolidasi

Senin, 14 September 2026 | 01:24

Abu Vulkanik Berbahaya bagi Air dan Ikan, Begini Penjelasannya

Senin, 14 September 2026 | 00:55

KDM Dinilai Lebih Utamakan Pencitraan Ketimbang Solusi Defisit APBD Jabar

Senin, 14 September 2026 | 00:33

Menuju HUT ke-81, Panglima TNI Buka Rangkaian 72 Lomba Open Turnamen

Senin, 14 September 2026 | 00:11

SOKSI Siap Tempuh Jalur Hukum Gugat 'Bocor Alus Tempo'

Minggu, 13 September 2026 | 23:48

Asta Cita, Zakat, dan Jalan Baru Mengentaskan Kemiskinan

Minggu, 13 September 2026 | 23:24

Selengkapnya