Berita

saleh husin

Realisasi Anggaran Kementerian Perindustrian Mencapai 85,92 Persen

RABU, 21 JANUARI 2015 | 04:04 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Realisasi anggaran Kementerian Perindustrian dalam pelaksanaan Tahun Anggaran 2014 mencapai 85,92 persen atau Rp2,23 triliun dari pagu anggaran sebesar Rp2,66 triliun, lebih tinggi dibanding pada 2013 sebesar 83,90 persen.

Demikian disampaikan Menperin Saleh Husin saat melakukan rapat kerja dengan Komisi VI DPR di gedung Parlemen, Senayan, Jakarta Selasa (20/1).

Selain melaporkan realisasi anggaran Tahun 2014, dalam raker tersebut, seperti dikutip dari Antara, Menperin juga membahas program kerja Kemenperin terkait Visi Misi Presiden Joko Widodo untuk peningkatan kinerja Kemenperin Periode 2014-2019 dan Road Map Kementerian Perindustrian Tahun 2014-2019.


Menteri Saleh menjelaskan, visi misi dan agenda prioritas Presiden yang terkait dengan sektor industri yaitu meningkatkan produktivitas rakyat dan daya saing di pasar internasional dan mewujudkan kemandirian ekonomi dengan menggerakan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

Dalam rangka melaksanakan visi misi dan agenda prioritas Presiden, program Quick Wins Kabinet Kerja di bidang perindustrian adalah pembangunan 13 Kawasan Industri di luar Pulau Jawa melalui fasilitasi Pemerintah dan Swasta.

Kemudian, re-disain Road Map Industrialisasi sejalan dengan Trisakti dan Nawa Cita melalui penetapan RPP Rencana Induk Pengembangan Industri Nasional (RIPIN) menjadi PP dan penyusunan Perpres tentang Kebijakan Industri Nasional (KIN).

Selanjutnya, hilirisasi hasil tambang ke produk dan jasa industri; hilirisasi produk-produk pertanian menjadi produk agro industri; expo dan pemberian penghargaan terhadap inovasi produk-produk industri dan kampanye sistematis dan kreatif untuk menumbuhkan apresiasi terhadap kegiatan industri dalam negeri melalui sosialisasi program Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN).

Lalu, peningkatan pendidikan dan skill tenaga kerja industri; fasilitasi terhadap industri dalam negeri dari dampak perjanjian-perjanjian internasional yang telah ditandatangani; dan penguatan struktur industri melalui keterkaitan antara industri hulu (dasar), industri intermediate dan industri hilir (light).

Menperin dan Komisi VI DPR juga membahas rencana program/Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Tahun 2015, dan program kerja Kemenperin terkait persiapan industri dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) Tahun 2015. [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

UPDATE

Cerita Zulhas, Numpang Helikopter TNI ke Bogor

Kamis, 17 September 2026 | 21:47

Hari Transportasi Nasional, Momentum Wujudkan Kedaulatan Energi Bersama Program B50

Kamis, 17 September 2026 | 21:17

Ulasan Buku: Sumbangan Filsafat dari Indonesia untuk Dunia yang Kehilangan Makna

Kamis, 17 September 2026 | 21:15

KPK Amankan Dokumen dan Bukti Elektronik dari Penggeledahan di Kementerian ATR/BPN

Kamis, 17 September 2026 | 20:53

Bahlil Pastikan BUK Pengganti SKK Migas Langsung di Bawah Presiden

Kamis, 17 September 2026 | 20:41

Haji Isam Borong 10 Miliar Saham Bayan Resources

Kamis, 17 September 2026 | 20:21

Prabowo Pimpin Sidang Dewan Energi Nasional, Dorong Persiapan Produksi E50

Kamis, 17 September 2026 | 20:04

Ekoteologi PTKIN Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Ratusan Karyawan PT HD Arjuna Tuntut Kembali Bekerja

Kamis, 17 September 2026 | 19:44

Bahlil Akui Kasus Korupsi Fahd A Rafiq Musibah bagi Golkar

Kamis, 17 September 2026 | 19:38

Selengkapnya