Berita

lidya Natalia Sartono

Politik

PMKRI: Jokowi Mesti Segera Tentukan Kapolri Definitif

SABTU, 17 JANUARI 2015 | 16:30 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Penetapan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) dalam kasus "rekening gendut" merupakan sebuah upaya penegakan hukum yang patut diapresiasi.

"Bagaimana mungkin seseorang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka diberi kesempatan untuk memimpin sebuah institusi setingkat Polri hanya karena kewenangan seorang Presiden?" ujar Ketua Presidium Pengurus Pusat Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PP PMKRI), Lidya Natalia Sartono, dalam keterangan persnya, Sabtu (17/1)

Ditegaskannya, citra dan reputasi sebuah institusi negara akan cacat jika dipimpin oleh oknum yang sudah jelas cacat secara hukum.


"Sudah jelas kredibilitas publik terhadap kewenangan penyelenggaraan negara yang sepert ini kian melemah dan bersikap antipati," ujar Lidya.

PMKRI, tambah Lidya, tetap mendukung langkah penegakan hukum oleh KPK sambil terus mengawal proses penetapan Kapolri atas kewenangan Presiden Joko Widodo.

"Polemik ini sudah menyentuh ranah publik sehingga perlu dikawal secara bersama demi nama baik institusi Negara. Hukum harus tetap ditegakkan bagi siapa saja yang terbukti secara sah melanggarnya," tegas Lidya.

"Langkah penegakan hukum oleh KPK tidak serta merta dibawa ke ranah politis pragmatis sehingga tidak melemahkan bobot hukum itu sendiri,” tambahnya.

PMKRI juga menyayangkan sikap DPR RI yang tetap menyetujui penetapan Budi Gunawan sebagai calon tunggal Kapolri oleh Presiden Joko Widodo. Menurut PMKRI, sikap DPR RI seharusnya lebih bijaksana dalam melihat polemik ini.

PMKRI mengharapkan agar Presiden segera menetapkan secara definitif Kapolri yang baru untuk menghindari kisruh yang berkepanjangan antara institusi dan lembaga negara serta penyelenggaraan negara pada umumnya.

"Presiden Jokowi harus bisa mengambil langkah solutif dengan menetapkan secara definitif Kapolri yang baru untuk menghindari konflik yang lebih rumit dan panjang," simpul Lidya. [ald]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya