Berita

Dimas Hermadiyansyah

Politik

Wasekjen Hanura: Pengkritik Wiranto Itu Sakit Hati dan Inkonsisten

SABTU, 17 JANUARI 2015 | 15:05 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Tuduhan yang mendiskreditkan Ketua Umum DPP Partai Hanura ,Wiranto, dan berlanjut pada tindakan mosi tidak percaya kepadanya merupakan perbuatan orang yang tidak berjiwa besar.

Demikian disampaikan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Hanura, Dimas Hermadiyansyah, menilai pernyataan mantan Pelaksana Tugas Partai Hanura Maluku Utara, Muhammad Syukur Mandar di beberapa media. (Baca: Wiranto Diminta Relakan Kursi Ketum ke Kader Muda Hanura)
 
Dimas mengatakan, Syukur Mandar mengeluarkan pernyataan itu karena tidak puas atas hasil Musyawarah Daerah Luar Biasa Partai Hanura Maluku Utara yang akhirnya mengganti Syukur Mandar.


"Mungkin saja dia sakit hati, karena apa yang dituduhkan ke Pak Wiranto semua tidak berdasar, semua keputusan dan kebijakan partai yang diambil oleh Ketua Umum sudah berdasarkan mekanisme partai dan tidak menabrak AD/ART partai," kata Dimas dalam keterangan kepada wartawan (Sabtu, 17/1).

Dimas melanjutkan, Syukur Mandar inkonsisten dalam bersikap. Sebelumnya, ketika Syukur Mandar masih Plt Ketua DPD Partai Hanura Maluku Utara, ia pernah memberikan Surat Dukungan kepada Wiranto untuk maju kembali sebagai Ketua Umum. Surat tersebut  tertanggal 13 November 2014 bernomor Surat 00.43/A/DPD-HANURA.MU/11/2014.

Sekarang, sambung Dimas, Syukur selalu mendeskreditkan Pak Wiranto. Dia menyatakan, sebagai politisi muda, Syukur Mandar memang memiliki karakter yang kurang baik. Apa yang dilakukannya, sambung Dimas, mencerminkan sifat politisi yang pragmatis,  mengedepankan kepentingan jangka pendek, penuh intrik, fitnah, dan tidak mengedepankan hati nurani.

Tidak hanya itu, Dimas melanjutkan, Syukur Mandar kerap mempunyai masalah di organisasi tempat dia bernaung, seperti di DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI). Hal itu terjadi tatkala Syukur menjadi Ketua Steering Committe (SC) di acara KNPI tahun lalu di Bandung.

"Silakan saja tanya kepada teman-teman pengurus di DPP KNPI apa yang dia perbuat saat menjadi Ketua SC acara KNPI di Bandung tahun lalu," imbuhnya.

Sementara itu, terkait pencalonan kembali Wiranto sebagai Ketua Umum di Musyawarah Nasional II Partai Hanura, menurut Dimas itu adalah hal yang tidak bisa dihindari karena kemauan sebagaian besar kader, baik dari Dewan Pimpinan Pusat, Dewan Pimpinan Derah maupun Dewan Pimpinan cabang seluluruh Indonesia.  Dimas juga meyakini Munas Partai Hanura kali ini akan berjalan lancar.

Partai Hanura akan menggelar Munas II di Solo, Jawa Tengah, pada Februari mendatang. Munas tersebut direncanakan akan dihadiri dan dibuka oleh Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. [ald]

Populer

Mantan Jubir KPK Tessa Mahardhika Lolos Tiga Besar Calon Direktur Penyelidikan KPK

Rabu, 24 Desember 2025 | 07:26

Kejagung Copot Kajari Kabupaten Tangerang Afrillyanna Purba, Diganti Fajar Gurindro

Kamis, 25 Desember 2025 | 21:48

Sarjan Diduga Terima Proyek Ratusan Miliar dari Bupati Bekasi Sebelum Ade Kuswara

Jumat, 26 Desember 2025 | 14:06

Mantan Wamenaker Noel Ebenezer Rayakan Natal Bersama Istri di Rutan KPK

Kamis, 25 Desember 2025 | 15:01

8 Jenderal TNI AD Pensiun Jelang Pergantian Tahun 2026, Ini Daftarnya

Rabu, 24 Desember 2025 | 21:17

Camat Madiun Minta Maaf Usai Bubarkan Bedah Buku ‘Reset Indonesia’

Selasa, 23 Desember 2025 | 04:16

Adik Kakak di Bekasi Ketiban Rezeki OTT KPK

Senin, 22 Desember 2025 | 17:57

UPDATE

Menhub Perketat Izin Berlayar di Labuan Bajo demi Keamanan Wisata Nataru

Kamis, 01 Januari 2026 | 08:15

Nasib Kenaikan Gaji PNS 2026 Ditentukan Hasil Evaluasi Ekonomi Kuartal I

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:58

Cahaya Solidaritas di Langit Sydney: Menyongsong 2026 dalam Dekapan Duka dan Harapan

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:40

Refleksi Pasar Ekuitas Eropa 2025: Tahun Kebangkitan Menuju Rekor

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:13

Bursa Taiwan Cetak Rekor Tertinggi Sepanjang Sejarah Berkat Lonjakan AI

Kamis, 01 Januari 2026 | 07:02

3.846 Petugas Bersihkan Sampah Tahun Baru

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:58

Mustahil KPK Berani Sentuh Jokowi dan Keluarganya

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:22

Rakyat Sulit Maafkan Kebohongan Jokowi selama 10 Tahun

Kamis, 01 Januari 2026 | 06:03

Pilkada Lewat DPRD Abaikan Nyawa Demokrasi

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:45

Korupsi Era Jokowi Berlangsung Terang Benderang

Kamis, 01 Januari 2026 | 05:21

Selengkapnya