Berita

ilustrasi

Olahraga

Keppres Asian Games Masih Ditunggu

JUMAT, 09 JANUARI 2015 | 13:55 WIB

Gelaran Asian Games tinggal tiga tahun lagi. Sayangnya, payung hukum penyelenggaraannya belum keluar hingga kini.

Sejak ditetapkan sebagai tuan rumah Asian Games pada September 2014 lalu, praktis Indonesia hanya mempunya waktu singkat untuk mempersiapkan diri menggelar event olahraga terbesar di Asia itu. Beberapa hal yang dianggap jadi pekerjaan rumah terbesar adalah mempersiapkan venue yang dibutuhkan, memilih cabang olahraga yang dipertandingkan, menyiapkan transportasi umum, soal penyiaran, dan jaringan internet.

Namun mempersiapkan itu semua dibutuhkan payung hukum (Keputusan Presiden) yang fungsinya sebagai landasan kesiapan Indonesia jelang jadi tuan rumah. Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Rita Subowo, pun kembali menegaskan pentingnya payung hukum untuk dituntaskan sebelum bisa memulai membangun persiapan-persiapan tersebut.


"Tahapan kita yang paling mendesak adalah ‎payung hukum, Keppres (Keputusan Presiden), karena dari tahapan ini kita bisa menentukan tempat pertandingannya dan peralatan yang dibutuhkan,” ujar Rita di Jakarta kemarin.Dia melanjutkan, saat ini sudah ditentukan sudah ada 34 cabang olahraga. Hanya tinggal dua cabang lagi yang masih digodok, yakni satu cabang pilihan dari Olympic Council of Asia, dan satu lainnya keputusan dari Indonesia.

"Kalau sudah komplet cabang olahraganya, kita bisa menentukan sesudah tempat kotanya, lokasi venuenya, kemudian ditentukan budgetnya. Karena semua venue-venue yang mengarah pada insfratruktur itu, berbeda pengaplikasiannya," paparnya.

"Maksud beda adalah mana yang harus direnovasi mana yang harus diperbarui. Kemarin saya bicara dengan Gubernur DKI (Basuki Tjahaja Purnama) bahwa atlet village adanya di Kemayoran, supaya berdekatan dengan exhibition center. Juga karena akan dibangun empat atau lima tower yang akan dipinjamkan sebagai atlet village pada saat asian games nanti. Ini sudah sangat melegakan kami," lanjut Rita.

Sementara untuk Gelora Bung Karno, Rita menyebut, sebagian akan direnovasi. Misalnya kolam renang yang saat ini berada kawasan Gelora Bung Karno, Senayan.

"Dari FINA (Federasi Renang Internasional) mengatakan renang harus digelar di Jakarta, sehingga kami harus memperbaikinya, velodrum juga harus dibuat sebab di Indonesia belum ada yang memenuhi standar. Itu kami serahkan kepada DKI karena mereka yang lebih tahu mana yang lebih efisien," simpulnya. ***

Populer

10.060 Jemaah Umrah Telah Kembali ke Tanah Air

Kamis, 05 Maret 2026 | 09:09

Menyorot Nuansa Politis Penetapan Direksi Pelindo

Senin, 02 Maret 2026 | 06:59

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Harga Tiket Pesawat Kembali Tidak Masuk Akal

Selasa, 03 Maret 2026 | 03:51

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Rusia dan China akan Dukung Iran dari Belakang Layar

Minggu, 01 Maret 2026 | 04:20

UPDATE

Mengenal Bupati Rejang Lebong M Fikri yang Baru Terjaring OTT

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:15

Keterbukaan Informasi Bagian Penting Pelayanan Publik

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:03

Wajah Buruk AS Tak Bisa Lagi Dipoles sebagai Polisi Dunia

Selasa, 10 Maret 2026 | 06:02

Bupati Rejang Lebong M Fikri Thobari Dibawa ke Jakarta Usai OTT Pagi Ini

Selasa, 10 Maret 2026 | 05:55

Seret ke Pengadilan Pelaku Pengeboman Ratusan Anak Perempuan di Iran

Selasa, 10 Maret 2026 | 05:39

Bupati Rejang Lebong M Fikri Thobari Kena OTT KPK

Selasa, 10 Maret 2026 | 05:36

Secara Ekonomi AS Babak Belur Gegara Serang Iran

Selasa, 10 Maret 2026 | 05:28

Iran Tak akan Negosiasi dengan AS-Israel Lewat Diplomasi

Selasa, 10 Maret 2026 | 05:24

Fokus Merawat Stabilitas di Tengah Gejolak Harga Minyak Dunia

Selasa, 10 Maret 2026 | 05:18

APBN di Tepi Jurang, Kinerja Purbaya Mulai Dipertanyakan

Selasa, 10 Maret 2026 | 04:42

Selengkapnya