Berita

budiarto shambazy/net

Olahraga

Keluar dari Tim 9, Budiarto Shambazy Tetap Dorong PSSI Diambil Alih

KAMIS, 08 JANUARI 2015 | 10:43 WIB | LAPORAN:

Salah seorang anggota Tim Sembilan, Budiarto Shambazy menyatakan keluar dari tim bentukan Kemenpora tersebut.

Sebagai seorang wartawan aktif, dia tak diperbolehkan institusinya menjadi bagian Tim Sembilan yang bertugas mengawasi kinerja PSSI tersebut. Meski demikian, Shambazy tetap akan membantu tim khusus ini secara informal seperti Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) dan Walikota Bandung Ridwan Kamil.

Dia tetap merekomendasikan Kemenpora untuk mengambil alih PSSI karena dianggap gagal membina sepak bola Indonesia. Contohnya, PSSI tak mampu mengantarkan Timnas berbicara banyak di Piala AFF 2014 dan munculnya sepakbola gajah yang melibatkan PSIS Semarang dan PSIS Sleman.


"Saya bantu informal saja kayak Ahok dan Ridwan Kamil. Dan jauh lebih baik saya bertindak sebagai pengamat. Lagi pula, rekomendasi saya untuk Menpora sudah jelas, ambil alih PSSI," kata Shambazy saat dihubungi.

Dengan mundurnya Shambazy, kini Tim Sembilan menyisakan delapan anggota. Mereka adalah Oegroseno (mantan Wakapolri), mam B Prasodjo (sosiolog UI), Budhiarto Shambazy (wartawan), Ricky Yakobi (mantan pemain Timnas Indonesia), Gatot Dewa Broto (Kemenpora), Nur Hasan (akademisi), Djoko Susilo (mantan Dubes RI untuk Swiss), Yunus Husein (mantan Ketua PPATK) dan Eko Tjiptadi (mantan Deputi Pencegahan KPK).

Menurut Shambazy, sebenarnya dia pernah meminta kepada Kemenpora agar tak terlibat langsung di tim, namun berada di belakangnya.

"Saya dari awal Desember sudah menolak, tapi Menpora mengumumkan nama-nama ketika izin (kantor) belum keluar. Sejak awal saya sudah saran ke Gatot (Gatot Dewa Broto) agar wartawan jangan dilibatkan. Kantor hanya berikan izin membantu secara informal saja," jelasnya.[wid]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25

Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02

Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00

Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38

Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17

Selengkapnya