Berita

ilustrasi/net

Olahraga

Tidak Ada Mafia Di Tubuh PSSI

SABTU, 20 DESEMBER 2014 | 14:42 WIB | LAPORAN:

Tidak benar ada mafia dalam tubuh induk sepakbola nasional, Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI), yang ada justru mafia di dalam olahraga sepakbola.

"PSSI tidak ada mafia, yang ada mafia di sepak bola," kata anggota Exco PSSI,‎ Dzamal Aziz dalam diskusi di Jakarta, Sabtu (20/12).

Hal itu terbukti dari sejumlah pertandingan sepakbola yang ada di Indonesia.‎ Di pertandingan tersebut terlihat jelas adanya pengaturan alias match fixing.


"Sport radar mengatakan dari 10 pertandingan yang ada di Indonesia, 7 terindikasi match fixing. Menit sekian ada begini," terang dia.

Karenanya, Dzamal mengimbau bagi masyarakat dan semua pihak untuk melaporkan apabila melihat terjadinya praktik mafia tersebut.

"Kita minta tolong berikan kepada kami.‎ Ini kita (sedang) lakukan penyelidikan. Yang kelihatan langsung kita sikapi," tandasnya.

Sekedar mengingatkan, sepakbola Indonesia tercoreng setelah terkuaknya sepakbola gajah pada laga delapan besar Divisi Utama Liga Indonesia PSS Sleman melawan  PSIS Semarang.

Pada pertandingan tersebut terjadi lima gol bunuh diri. Atas pertandingan memalukan tersebut, Komisi Disiplin PSSI telah menjatuhkan hukuman seumur hidup kepada kedua pelatih kesebelasan tak boleh berkecimpung dalam dunia sepak bola Rp 200 juta.

Selain itu, para ofisial tim, manager, dan para pemain juga dijatuhkan hukuman yang bervariasi sesuai tingkat kesalahan atau partisipasinya. [mel]

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Prabowo Kumpulkan Petinggi Militer

Jumat, 07 Agustus 2026 | 04:25

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

UPDATE

Pajak Karbon Motor Bensin Bisa Tekan Emisi dan Ketergantungan Impor BBM

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:25

Istana Sampaikan Duka Cita atas Gempa NTT, Gerak Cepat Lakukan Penanganan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:19

Gempa NTT: Gudang Bulog Hancur, Manggarai Butuh 30 Ton Beras

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:02

Akses Jalan Rusak, Komisi V DPR Minta Evakuasi Via Udara Jangkau Korban Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 14:00

Gempa NTT, Komisi V DPR Minta BMKG-Basarnas Konsolidasikan Bantuan SAR dari Provinsi Terdekat

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:55

Persiapan HUT ke-81 RI di Istana Merdeka Capai 99 Persen

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:52

Update Gempa NTT: 14 Warga Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:41

Purbaya Sebut Dana Transfer ke Daerah Naik Jadi Rp735 Triliun Tahun Depan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:38

Komisi V DPR Minta BMKG Aktif Update Situasi Gempa NTT

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:32

Terkuak! Alasan Kapal Pesiar Mewah Haji Isam Dipasangi Logo Kemhan

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:17

Selengkapnya