Berita

tedjo edhy purdijatno

Menko Polhukam: Jangan Ungkit Lagi Masalah HAM

JUMAT, 05 DESEMBER 2014 | 02:26 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Pemerintah meminta kasus-kasus HAM masa lalu tidak usah diungkit lagi. Pemerintah memilih melakukan rekonsiliasi dengan para korban dan keluarganya.

"Yang sudah bersalah kan sudah, sudah dihukum sudah selesai. Jangan diungkit-ungkit lagi masalah itu. Mari kita bersama membangun bangsa. Kalau hanya mencari kesalahan kapan mau majunya. Maju mundur maju mundur. Enggak maju-maju, enggak membangun," ujar Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno di kompleks Istana Negara, Jakarta, Kamis, (4/12).

Makanya, Tedjo tidak memberi kepastian saat ditanya penyelesaian kasus pelanggaran HAM masa lalu yang ditargetkan selesai Desember tahun ini. Ia kembali menegaskan mengenai adanya rekonsiliasi.


"Kalau mencari masa lalu kenapa enggak mencari jamannya itu, Westerling yang berapa puluh ribu warga kita habis itu di mana? Tidak akan pernah selesai kalau kita melihat ke belakang," ungkap Tedjo seperti dikutip dari JPNN.

Menkopolhukam juga tidak memberikan kepastian terkait pembentukan pengadilan HAM Ad Hoc yang direkomendasi DPR periode lalu. Rekomendasi itu diberikan saat pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Tanya pemerintahan kemarinlah. Nanti akan ada pembicaraan lagi dong. Seperti apa gitu. Jangan yang lalu dibawa ke sini, kita di sini enggak ngerti. Enggak ngerti dipaksakan itu kan enggak enak," tekannya.

Menkopolhukam juga tak ambil pusing dengan pernyataan para penggiat HAM yang kecewa dengan pernyataannya tentang pelanggaran HAM masa lalu. "Ya silahkan. Mereka punya pendapat. Yang paling penting dia punya mulut kan boleh ngomong ke mana aja. Ya biar aja. Nanti kita tanggapi secara baik," tandas Tedjo. [zul]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

UPDATE

SOFA Siapkan Rp131 Miliar untuk Proyek Sampah Jadi Energi

Sabtu, 19 September 2026 | 14:14

Menimbang Kembali POD South Andaman

Sabtu, 19 September 2026 | 13:46

Prabowo Teriak “Free Palestine” Tiga Kali, Singgung Indonesia Tak Berdaya Bantu Palestina

Sabtu, 19 September 2026 | 13:45

HUT ke-81 TNI di Monas, Prabowo Dijadwalkan Jadi Irup

Sabtu, 19 September 2026 | 13:27

Kejagung Turun Tangan Kawal Proyek Jalan IKN Senilai Rp3,986 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 13:24

Saham BMW Anjlok 4,46 Persen

Sabtu, 19 September 2026 | 12:59

Ratusan Hotel di Bali Bangkrut Lalu Dilego

Sabtu, 19 September 2026 | 12:36

Penanaman Pohon Bukti Nyata Kontribusi Alumni Unpad

Sabtu, 19 September 2026 | 12:17

Pasar Minggu Bakal Disulap Jadi Kawasan Terintegrasi, Investasinya Rp1 Triliun

Sabtu, 19 September 2026 | 12:13

Jarnas Prabowo-Gibran Minta Kebun Sawit Rakyat di Kawasan Hutan Tak Digusur

Sabtu, 19 September 2026 | 11:45

Selengkapnya