Berita

Politik

Tak Cukup Prestasi, KSAU Mendatang harus Berjiwa Pemimpin

JUMAT, 28 NOVEMBER 2014 | 19:45 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

RMOL. Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) mendatang diharapkan punya wawasan dan jaringan luas sehingga bisa bertindak dan berpikir strategis lintas matra. Prestasi saja tidak cukup, tapi harus terbukti memiliki kemampuan memimpin yang mumpuni.

"Kita berharap figur KSAU baru nanti juga adalah figur yang bebas dari intervensi politik," tegas pengamat politik dan militer dari UIN Syarif Hidayatullah, Ali Irvan, dalam keterangannya Jumat, (28/11).

 Belakangan ini mencuat dua nama yang digadang-gadang menduduki jabatan KSAU. Pertama, Wakil KSAU, Marsekal Madya Bagus Puruhito. Kedua Irjen Kemenhan, Marsekal Madya Ismono Wijayanto.


Menurutnya, kedua orang ini belum tentu mampu mendukung visi kemaritiman Presiden Joko Widodo. "Visi ini berkaitan dengan menjaga laut Indonesia secara utuh," ungkapnya.

Apalagi, Bagus dan Ismono dinilai sebagai produk dari rezim pemerintahan sebelumnya. Bagus misalkan, dikenal dekat dengan SBY, karena pernah menjadi ajudannya. Sedangkan Ismono dikabarkan memiliki relasi yang dekat dengan petinggi militer yang dekat dengan SBY. 

Ali Irvan khawatir, nanti kinerja angkatan udara tidak maksimal bila kepala staffnya adalah salah satu dari keduanya. 

Sementara itu pengamat militer, Wawan Purwanto, menilai yang paling menentukan menggantikan menggantikan Marsekal Ida Bagus Putu Dunia adalah adalah kepercayaan. "Harus ada orang yang meyakini dan memberi kepercayaan, atau menjamin bahwa figur tertentu layak menggantikan Ida Bagus," paparnya.

 Selain itu, kalaupun saat ini sudah ada figur yang digadang atau dipastikan menjadi kepala staff, maka bisa saja di menit terakhir berubah. "Situasinya sangat dinamis," imbuh Wawan. [zul]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya