Berita

ilustrasi/net

Politik

Hatta Rajasa Sering Jadi Korban Kicauan Liar TrioMacan2000

SELASA, 04 NOVEMBER 2014 | 00:02 WIB | LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR

Sebelum ditangkap polisi pada hari Minggu kemarin (2/11), pemilik akun TrioMacan200 Raden Nuh sempat menuliskan klarifikasi tentang tuduhan pemerasan yang dilakukannya pada laman situs berita yang juga dia kelola, Asatunews.Com.

Dalam klarifikasi itu Raden Nuh  antara lain menyebutkan bahwa dirinya pernah bertemu dengan Abdullah Rasyid pada suatu hari di bulan Juni 2013. Ketika itu Abdullah Rasyid adalah Staf Khusus Menko Perekonomian Hatta Rajasa.

Menurut Raden Nuh dalam keterangan itu, Rasyid mengatakan ditugaskan Menko Perekonomian Hatta Rajasa untuk menemui dirinya.


Abdullah Rasyid yang ditemui redaksi Senin malam (3/11), membantah pernyataan Raden Nuh itu. Menurut Rasyid, dirinya sama sekali tidak pernah ditugaskan Hatta Rajasa untuk bertemu Raden Nuh.

“Saya tidak tahu dari mana Raden Nuh mengarang cerita ini. Tetapi itu tidak benar, dan tidak pernah terjadi,” ujarnya.

Rasyid mengatakan dirinya mengenal Raden Nuh karena mereka sama-sama kuliah di Universitas Sumatera Utara (USU) dan aktif di organisasi kemahasiswaan yang sama.

“Tetapi, apakah saya harus bertanggung jawab atas perbuatan yang dia lakukan hanya karena saya mengenal dirinya?” tanya Rasyid yang kini memimpin Sabang Merauke Institute.

Rasyid juga mengatakan, sudah terlalu sering nama Hatta Rajasa dikait-kaitan dengan TrioMacan2000. Padahal, sebut Rasyid lagi, justru Hatta sering menjadi korban dari kicauan liar TrioMacan2000.

Isu kedekatan Hatta Rajasa dan akun TrioMacan2000 ini, kata dia lagi, sering digunakan lawan-lawan politik Hatta untuk memojokkan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) itu. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

UPDATE

Koperasi Harus Saling Berkolaborasi Perbesar Dampak Ekonomi

Jumat, 10 April 2026 | 22:20

Presiden Harus Ganti Gus Ipul Demi Sukses Muktamar NU

Jumat, 10 April 2026 | 22:14

Demonstran: MK Harus Jaga Marwah dan Jangan Takut Tekanan

Jumat, 10 April 2026 | 22:06

Pimpinan Baru Ombudsman RI Bertekad Kawal Asta Cita dan Perkuat Pengawasan Publik

Jumat, 10 April 2026 | 22:02

Teddy Bantah Isu RI Kaos, BBM Subsidi Tak Naik Jadi Bukti

Jumat, 10 April 2026 | 21:43

Breaking News: KPK OTT Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibowo

Jumat, 10 April 2026 | 21:38

Reshuffle Menteri Prabowo Jangan Tebang Pilih

Jumat, 10 April 2026 | 21:16

Dihantam Gelombang Mundur, PKN: Mati Satu Tumbuh Seribu

Jumat, 10 April 2026 | 21:02

Perlu Peraturan Pemerintah Baru Demi Lindungi 64 Juta UMKM di Era Digital

Jumat, 10 April 2026 | 20:48

TNI Digeber Lewat Bimtek Ketahanan Pangan

Jumat, 10 April 2026 | 20:44

Selengkapnya