Berita

Dunia

Bagaimana Cara Mencegah Diri Dari Penularan Ebola?

SENIN, 03 NOVEMBER 2014 | 15:39 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Ebola yang saat ini mewabah di Afrika Barat dicitrakan sebagai virus yang menakutkan karena dapat menewaskan pengidapnya. Tercatat ribuan nyawa telah melayang akibat Ebola. Virus tersebut pun menyebar lebih luas dan mengancam wilayah dan negara lainnya, tak terkecuali Indonesia.

Lantas bagaimana Ebola menular dan bagaimana kita menjaga diri dari penularannya?

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat mencatat, virus Ebola dapat menular melalui melalui dua cara, yakni kontak langsung dengan cairan tubuh dari orang yang terinfeksi atau terkena paparan benda yang terkontaminasi dengan virus.


Ebola bisa menular melalui kontak langsung atau kontak kulit dengan orang yang terinveksi Ebola. Pasalnya, Ebola berada di cairan tubuh manusia seperti darah, air mani, keringat, urin, air liur, muntah, feses, dan cairan buangan tubuh lainnya.

Bila orang sehat melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi Ebola, maka virus akan masuk ke sistem tubuh orang yang sehat.

Menurut sejumlah pakar, virus dapat masuk melalui luka terbuka, transfusi darah, atau melalui mata, telinga, lubang hidung, atau area genital.

Setelah penularan, virus akan menyebabkan infeksi pada penderitanya dalam rentang waktu antara dua hingga 21 hari, tergantung pada beratnya serangan virus.

The Health Site melansir, ada sejumlah cara yang dapat dilakukan untuk mencegah tertularnya Ebola.

1. Hindari keramaian
Orang-orang yang tinggal di negara dengan dampak Ebola terparah seperti di Guinea, Liberia, dan Sierra Leone harus menghindari kerumunan orang atau keramaian demi menghindari kontak langsung dengan orang yang terinfeksi. Karena itulah, orang yang terinfeksi Ebola harusnya menjalani prosedur karantina untuk mencegah penularan.

2. Hindari perjalanan yang tidak diperlukan
Perjalanan membawa kita bertemu dengan banyak orang dari berbagai tempat. Bukan tidak mungkin kita bertemu atau berinteraksi dengan orang yang baru melakukan perjalanan dari negara-negara yang terkena wabah Ebola dan tidak menutup kemungkinan juga kita bertemu atau berinteraksi dengan orang yang terinfeksi Ebola.

3. Gunakan perlengkapan perlindungan
Bagi pekerja medis perlu menggunakan perlengkapan khusus seperti sarung tangan, masker, serta pakaian khusus ketika menangani pasien yang terkena Ebola demi mencegah penularan.

4. Hindari kontak langsung dengan cairan buangan tubuh
Pasalnya Ebola dapat menular melalui semua cairan buangan tubuh. Karena itu pekerja medis yang menangani kasus Ebola memperlakukan secara khusus seluruh buangan tubuh pasien agar tidak memperluas penyebaran. Selain itu, kita juga dapat menghindari diri dari kontak dengan berbagai cairan buangan tubuh orang lain demi menghindari diri dari penularan Ebola.

5. Obati luka terbuka
Luka terbuka bisa memberikan kesempatan lebih besar bagi virus untuk masuk ke dalam tubuh dan menyerang sistem tubuh. Karena itu jangan biarkan ada luka tubuh yang terbuka.

6. Menjaga kondisi sanitasi tubuh
Kebersihan dasar tubuh memiliki peran penting dalam mencegah penularan virus Ebola. Cara pasti penularan Ebola sendiri sebenarnya masih diperdebatkan, namun kulit dan mata disebutkan dapat menjadi media penularan virus. Bahkan air dan makanan yang terkontaminasi Ebola juga bisa menjadi media penularan. Karena itu ada baiknya melakukan sejumlah langkah pencegahan seperti mencuci tangan sebelum makan, membersihkan permukaan benda yang digunakan. [mel]

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Tetangga Sudah Mendahului, Indonesia Masih Berpidato

Jumat, 15 Mei 2026 | 05:30

Djaka Budi Utama Belum Tentu Bersalah dalam Kasus Suap Bea Cukai

Sabtu, 09 Mei 2026 | 02:59

UPDATE

IPC TPK Catat Pertumbuhan Positif pada Awal Triwulan II 2026

Selasa, 19 Mei 2026 | 16:10

Rekayasa Lalin di Harmoni Berlaku hingga September Imbas Proyek MRT Jakarta

Selasa, 19 Mei 2026 | 16:01

Membaca Ulang Tantangan Klaim Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:59

Belum Ada Update Nasib 5 WNI yang Ditahan Israel

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:58

Cadangan Beras RI Tembus 5,37 Juta Ton, Tertinggi Sepanjang Sejarah

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:52

Optimisme Pemerintah Jangan Sekadar Lip Service

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:50

KSAD Tegaskan Pembubaran Nobar ‘Pesta Babi’ Atas Permintaan Pemda

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:45

Beras RI Berlimpah, Zulfikar Suhardi Harap Harga Tetap Terjangkau

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:26

Prabowo Dijadwalkan Hadir di DPR Bahas RAPBN 2027

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:26

Dosen Lintas Kampus Kolaborasi Dorong Perlindungan Kerja

Selasa, 19 Mei 2026 | 15:15

Selengkapnya