Berita

ilustrasi/net

Dunia

Setelah Ditutup Israel, Hanya Jamaah di Atas 50 Tahun yang Boleh Masuk Masjidil Aqsa

SABTU, 01 NOVEMBER 2014 | 13:04 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Ribuan orang telah diperbolehkan kembali melakukan ibadah Salat Jumat di Masjidil Aqsa yang terletak di Yerusalem Timur, Jumat (31/10), setelah kerusuhan yang sempat terjadi di wilayah itu. Namun, yang diperbolehkan hanya jamaah berusia 50 tahun ke atas.

Entah apa alasan Israel sering melarang pria Palestina berusia di bawah 50 tahun, namun kemungkinan itu merupakan langkah-langkah keamanan yang dirancang untuk menghindari ketegangan yang selalu menimbulkan bentrokan.

Seperti dikutip AFP, lebih dari 1.000 polisi Israel dikerahkan di sekitar jalan-jalan di Kota Tua dan gerbang kuno yang mengarah ke Masjidil Aqsa. Mereka memeriksa surat-surat identifikasi dengan ketat, sementara pasukan anti huru-hara menyamar di sekitar lokasi.


Menurut pihak kepolisian, lebih dari 4.000 orang melakukan ibadah salat Jumat di Masjidil Aqsa meskipun terjadi sedikit gangguan, termasuk upaya sekelompok pemuda Palestina untuk menerobos penjagaan polisi. Meski demikian, polisi mengatakan, tidak ada bentrokan serius yang terjadi.

Penduduk setempat mengatakan, pertama kalinya Masjidil Aqsa ditutup untuk semua pengunjung, baik Muslim, Yahudi dan wisatawan, sejak tahun 2000.

Pemerintah Israel menutup semua akses ke Masjidil Aqsa setelah terjadi insiden penembakan atas Yehuda Glick, seorang aktivis keagamaan yang memimpin kampanye Yahudi untuk diizinkan berdoa di area Masjid suci tersebut, yang kaum Yahudi sebut sebagai Temple Mount.

Glick (48) ditembak saat ia meninggalkan sebuah konferensi di Yerusalem pada Rabu (29/10). Orang yang diduga menembak dia adalah seorang warga Palestina yang kemudian juga ditembak mati oleh pasukan Israel sehari setelahnya (Kamis, 30/10) sehingga memicu baku tembak. [ald]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya