Berita

Politik

Karakter Parpol Indonesia Tidak Tahan Susah dan Lapar

SABTU, 11 OKTOBER 2014 | 15:52 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Sementara ini, 63 persen kursi di DPR RI diduduki politisi Koalisi Merah Putih (Gerindra, PKS, PAN, Golkar, PPP, Demokrat) yang memilih berada di luar pemerintahan hasil Pilpres 2014.

Walau komposisi ini dipercaya masih sementara, karena ada kemungkinan beberapa elemennya merapat ke pemerintahan akibat tawaran jatah menteri, namun kuatnya oposisi di parlemen disambut positif pengamat politik.

"Dengan itu, parlemen akan semakin kuat dan kontrol terhadap pemerintah makin kuat. Mestinya berefek positif karena ruang terjadi perselingkuhan legislatif dan eksekutif itu kecil," kata Koordinator Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Sebastian Salang, dalam diskusi "Bukan Parlemen Biasa" di Cikini, Jakarta, Sabtu (11/10).


Tetapi dia tak yakin dikotomi politik yang ada sekarang ini akan bertahan lama. Menurut Bas, panggilan akrab Sebastian, selama "kue kekuasaan" yang besar belum habis dibagi maka semua orang yang punya kepentingan sama pasti akan bersatu.

Sejauh ini yang membuat KMP bersatu adalah masih ada jabatan-jabatan di alat kelengkapan dewan yang belum habis dibagi. Misalnya, pimpinan komisi atau pimpinan Badan Anggaran (Banggar). Setelah semua terisi, maka KMP langsung akan terpecah.
 
"Setelah itu dibagi habis, apakah ada alasan kuat untuk tetap bersatu? Karakter parpol di Indonesia kan tidak tahan susah dan tidak tahan lapar. Maka kalau ada yang kasih permen pasti akan diambil," ujarnya. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

TNI Siap Turunkan Penerjun Khusus Padamkan Api Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:50

KDKMP Upaya Merebut Kedaulatan Rakyat Atas Pasar

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:34

Pemerintah Kembali Kirim Bantuan ke NTT dan Kalimantan, dari Logistik hingga 500 Mesin Pompa Air

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:30

Sri Purwanti Bangun Bisnis Kuliner Halal Citarasa Nusantara di Taiwan

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:26

Rupiah Melemah, Sanksi Baru AS ke Iran jadi Biang Kerok

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:13

Prabowo Dorong Uji Coba Ubi Bombing untuk Atasi Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:43

El Nino Sangat Kuat, Jangan Bakar Lahan untuk Land Clearing

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:42

Rumor 62,2 Persen Saham BYAN Warning bagi Pasar Modal

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Pencemaran Berulang, DPR Desak Sumber Limbah Pencemar Kali Bekasi Diusut

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Bioskop Jaksinema Hadir di Pasar Rumput, Tiket Cuma Rp15 Ribu

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:28

Selengkapnya