Berita

net

Politik

Rayakan Ultah ke-13, Demokrat Tegaskan Posisi Netral untuk Introspeksi

JUMAT, 12 SEPTEMBER 2014 | 15:23 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat DKI Jakarta akan melaksanakan acara Tasyakkuran memperingati HUT Partai Demokrat yang ke-13 (9/9/2001 - 9/9/2014) di kantor DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Rawamangun, Jakarta Timur pada Minggu mendatang (14/9).

Dalam keterangan persnya, Ketua Panitia HUT Demokrat, Lucky P Sastrawira, menganalogikan angka 13 tahun itu dengan usia manusia. Bagi manusia, 13 tahun adalah masa pubertas. Suatu masa di mana tantangan, godaan dan segala bujuk rayu datang silih berganti.

"Jika Demokrat tidak tahan dan punya akar yang kuat maka akan terhempas dan tercerabut begitu saja, lalu menjadi tidak berarti. Pada titik ini pula Partai Demokrat sudah melewati banyak hal," katanya, Jumat (12/9).


Di usia yang masih belia Partai Demokrat sudah merasakan kekuasaan politik selama dua periode kepemimpinan Presiden SBY. Diakui tidak sedikit kader yang "jatuh dan tergelincir" dan menjadi pesakitan di pengadilan Tipikor. Karena itu, di penghujung periode kedua jabatan Presiden SBY, Demokrat berikrar untuk berada pada posisi netral di pemerintahan yang akan datang.

"Agar kami lebih fokus introspeksi diri dan memperbaiki kesalahan-kesalahan yang sudah lewat. Waktu telah memberi  kami pelajaran berarti bahwa politik seringkali menorehkan sejarah kelam," terang Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi DKI Jakarta itu.

Demokrat, lanjutnya, juga merasa senang karena SBY akan segera pensiun dari jabatan presiden. Dengan demikian, Ketua Umum Partai Demokrat itu akan kembali mencurahkan perhatiannya lebih besar kepada partai.

Kembali ke rencana peringatan HUT Partai Demokrat itu, acara juga akan dihadiri oleh Perwakilan Pengurus DPP Partai Demokrat, Pengurus DPD Partai Demokrat DKI Jakarta, Fraksi Partai Demokrat DPR-RI dan anggota Fraksi Partai Demokrat DPRD Provinsi DKI Jakarta serta seluruh kader dan simpatisan se-Jakarta. [ald]

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya