Berita

Politik

PDIP Sudah Tak Sejalan dengan Ekonomi Kerakyatan?

SABTU, 30 AGUSTUS 2014 | 16:28 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Adalah langkah yang baik bila Megawati Soekarnoputri mau mendengarkan lebih dulu masukan dari para pakar ekonomi kerakyatan yang konsisten menolak pengurangan subsidi harga bahan bakar minyak (BBM).

Demikian disampaikan ilmuwan politik, Muhammad AS Hikam, kepada Rakyat Merdeka Online, Sabtu (30/8).

"Usul yang baik, tapi menurut saya pasti sudah dilakukan. Saya yakin mereka (PDIP) lebih dulu bicara dengan mereka (ekonom) yang berorientasi kerakyatan. Tapi pada akhirnya keputusan harus dibuat. Para pengamat dan ahli hanya memberi saran," ujar Hikam.


Mengenai Mega yang memutuskan untuk mendukung pengurangan subsidi BBM, Hikam berharap para penganjur ekonomi kerakyatan bisa memaklumi karena keputusan harus dibuat secepatnya.

Kini, yang perlu dipikirkan adalah bagaimana stabilitas pemerintahan tercipta di awal kinerja.

"Yang jelas, kader-kader PDIP sendiri jangan terlalu banyak menyuarakan pandangan di media massa. Ini kan situasinya belum memegang pemerintahan. Masih ada sebulan lagi," kata Hikam.

Masih menurut dia, jika setelah Mega menyatakan pro kenaikan harga BBM bersubsidi masih ada kader partai yang melawan, berarti berarti argumentasi landasan kebijakan itu belum final di kepala para kader.

"Seharusnya sudahi saja perdebatan di media massa, ini kan demi kepentingan rakyat. Apalagi, situasinya suka tidak suka ada rival politik yang mencari celah," tandas Hikam. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

TNI Siap Turunkan Penerjun Khusus Padamkan Api Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:50

KDKMP Upaya Merebut Kedaulatan Rakyat Atas Pasar

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:34

Pemerintah Kembali Kirim Bantuan ke NTT dan Kalimantan, dari Logistik hingga 500 Mesin Pompa Air

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:30

Sri Purwanti Bangun Bisnis Kuliner Halal Citarasa Nusantara di Taiwan

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:26

Rupiah Melemah, Sanksi Baru AS ke Iran jadi Biang Kerok

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:13

Prabowo Dorong Uji Coba Ubi Bombing untuk Atasi Karhutla

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:43

El Nino Sangat Kuat, Jangan Bakar Lahan untuk Land Clearing

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:42

Rumor 62,2 Persen Saham BYAN Warning bagi Pasar Modal

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Pencemaran Berulang, DPR Desak Sumber Limbah Pencemar Kali Bekasi Diusut

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:40

Bioskop Jaksinema Hadir di Pasar Rumput, Tiket Cuma Rp15 Ribu

Senin, 24 Agustus 2026 | 16:28

Selengkapnya