Berita

Dunia

Operasi Militer Afghanistan Tewaskan 37 Milisi Taliban

SABTU, 23 AGUSTUS 2014 | 15:51 WIB | LAPORAN: SHOFFA A FAJRIYAH

Setidaknya 37 milisi Taliban tewas dan 24 lainnya cedera dalam operasi militer gabungan yang dilakukan pasukan keamanan Afghanistan selama 24 jam.

Kantor berita nasional Afghanistan, Khaama Press, melaporkan bahwa operasi ini dilakukan bersama oleh polisi nasional, tentara nasional dan intelijen Afghanistan.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan dalam sebuah pernyataan pada hari ini (Sabtu, 23/8), bahwa serangan dilakukan di provinsi Kunduz, Zabul, Logar, Ghazni, Paktika, dan Ghor.


Tidak hanya itu, pasukan keamanan Afghanistan juga telah menyita berbagai jenis senjata berat dan bahan peledak selama operasi berlangsung.

"Polisi Nasional Afghanistan (ANP) berhasil menyita 12 alat peledak improvisasi (IED) selama operasi di Provinsi Balkh, Khost, dan Herat," tambah pernyataan itu.

IED adalah "senjata utama" militan Taliban lantaran digunakan untuk melakukan serangan pemberontakan. [zul]

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya