Berita

fadel muhammad/net

Politik

Perjalanan di Banyuwangi Jadi Bekal Fadel di DPR

KAMIS, 21 AGUSTUS 2014 | 00:58 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Fadel Muhammad, mengaku kagum dengan kemajuan-kemajuan yang diraih Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, dalam empat tahun terakhir.

Menurut Fadel, Banyuwangi telah menerapkan apa yang menjadi syarat kemajuan suatu daerah yaitu inovasi, mengoptimalkan jaringan alias networking, dan punya terobosan agar muncul kepercayaan dari rakyat.

Hal itu dikatakan tokoh Partai Golkar itu dalam pertemuan dengan sejumlah perwakilan birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi, Rabu (20/8). Dalam kesempatan itu Fadel memberikan motivasi sekalian memaparkan pemikiran-pemikiran dalam bukunya, "Reinventing Local Government: Pengalaman dari Daerah".


Fadel melihat sejumlah kemajuan di daerah berjuluk "The Sunrise of Java" itu. Dia bertemu sejumlah pihak untuk berdialog dan mencari masukan sekaligus bekal baginya saat resmi menjadi anggota DPR RI periode lima tahun mendatang. Fadel juga menyempatkan diri menyaksikan pertandingan sepak bola Persewangi Banyuwangi melawan Persego Gorontalo.

"Saya kan habis ini dilantik jadi anggota legislatif. Saya sudah pesan ke partai saya bahwa saya harus masuk ke komisi yang membidangi ekonomi yang memang menjadi concern saya. Kedatangan saya ke sini jadi bekal untuk ikut mendorong kemajuan daerah timur Pulau Jawa saat resmi jadi anggota DPR nanti," kata Fadel, seperti tertulis dalam rilis Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang diterima redaksi.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, pihaknya sengaja mengumpulkan perwakilan PNS untuk berdialog dengan Fadel.

"Ibaratnya, ini recharge agar birokrasi di Banyuwangi bisa terus meningkatkan kinerjanya," kata bupati berusia 41 tahun itu.

Menurut Anas, paradigma birokrasi harus selalu disegarkan agar bisa terus terpacu menggapai kinerja optimal.

"Di Banyuwangi, kami sudah terapkan tunjangan kinerja. Yang kerja keras dapat tunjangan. Jadi tidak seperti dulu, antara yang kerja dan yang tidak kerja tidak ada pembeda signifikan dalam tunjangan. Ini untuk memacu PNS," ujarnya.

Reformasi birokrasi di Banyuwangi juga dilakukan sejak fase perekrutan dengan syarat-syarat yang diperketat. Misalnya, indeks prestasi kumulatif (IPK) yang dinaikkan menjadi minimal 3,5 untuk masuk mendaftar menjadi PNS.

"Kami juga mendorong agar birokrasi inovatif. Misalnya, menjalin kemitraan dengan swasta dan BUMN untuk membangun daerah, karena mengandalkan APBD saja jelas tidak cukup," kata dia. [ald]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

UPDATE

Negeri Para Bocil

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:14

DPR Tidak Boleh Hadapi Pendemo dengan Pendekatan Keamanan

Kamis, 27 Agustus 2026 | 06:02

Tak Benar Yayasan Syarif Hidayatullah Berkonflik dengan UIN Jakarta

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:45

Desil DTSEN Tak Boleh Merugikan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:34

Beban Kesehatan Karhutla Tembus Rp120 Triliun

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:22

Pejabat Jangan Merasa Sok Tahu Persoalan Rakyat

Kamis, 27 Agustus 2026 | 05:12

Jokowi seperti Gelisah dengan Pernyataan Budi Arie

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:28

Dinas Perumahan Harus Bergerak Cepat Tuntaskan Masalah Warga Taman Rasuna

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:16

Naik Motor dari Indramayu, Konten Kreator Ini Semangat Ikut Demo di DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 04:00

Polri Kumpulkan Donasi Rp12,6 Miliar untuk NTT

Kamis, 27 Agustus 2026 | 03:46

Selengkapnya